Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

BNI Siapkan Rp4 Triliun Untuk Akuisisi Asuransi & Bank Kecil

Bank Negara Indonesia (BBNI) diam-diam telah menyiapkan anggaran hingga Rp4 triliun untuk melakukan aksi korporasi serupa. Kali ini, BNI mengincar satu perusahaan asuransi kerugian dan bank kecil.
Ipak Ayu H Nurcaya
Ipak Ayu H Nurcaya - Bisnis.com 23 Januari 2019  |  18:09 WIB
Karyawan melayani nasabah di kantor cabang PT Bank Negara Indonesia Tbk, di Jakarta, Kamis (3/1/2019). - Bisnis/Nurul Hidayat
Karyawan melayani nasabah di kantor cabang PT Bank Negara Indonesia Tbk, di Jakarta, Kamis (3/1/2019). - Bisnis/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA — Tak mau ketinggalan dengan rencana akuisisi yang dilakukan bank besar saat ini, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. diam-diam telah menyiapkan anggaran hingga Rp4 triliun untuk melakukan aksi korporasi serupa. Kali ini, BNI mengincar satu perusahaan asuransi kerugian dan bank kecil.

Wakil Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Herry Sidharta mengatakan anggaran yang disiapkan tersebut di luar dari belanja modal yang disiapkan perseroan tahun ini. Rencana ini pun menurutnya sudah bergulir beberapa waktu terakhir ini.

Pasalnya, untuk perusahaan asuransi, ada tiga nama yang sudah di kantongi. Selanjutnya, perseroan masih akan mematangkan untuk yang pasti dipilih sebagai anak usaha.

"Kami sudah siapkan Rp3 triliun - Rp4 triliun, itu dana sendiri kalau kurang ya nanti tinggal cari pendanaan eksternal. Kami juga sudah bidik tiga perusahaan asuransi kerugian, tinggal pilih. Semua tinggal negosiasi kami inginkan selesai tahun ini," katanya seusai paparan kinerja 2018, Rabu (23/1/2019).

Herry melanjutkan untuk bank yang akan diakuisisi, saat ini BNI sudah melakukan pembicaraan dengan dua bank. Keduanya berasal dari kategori Bank Umum Kegiatan Usaha atau BUKU II dan BUKU III.

Menurut Herry, ke depannya, bank yang akan diakuisisi akan diarahkan menjadi bank digital perseroan. BNI juga tidak memungkiri akan kembali melakukan akuisisi perusahaan tekfin jika diperlukan untuk memperkuat peran bank digital nantinya.

Sementara itu, Herry memastikan tahun ini perseroan memiliki belanja modal sebesar Rp1,6 triliun yang kebanyakan akan dialokasi untuk pengembangan teknologi.

"Sebagai perusahaan yang profitable masih banyak jalan yang bisa kami lakukan. BNI akan terus pelajari untuk melengkapi perannya sebagai lembaga keuangan," ujar Herry.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bni perbankan bbni
Editor : Fajar Sidik
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

BisnisRegional

To top