Edukasi Duit: Era Baru Uang Digital

Kadang muncul pertanyaan, distribusi pembiayaan atau kredit bank kepada pihak ketiga, sejatinya terkonsentrasi ke mana? Apakah benar-benar menyasar usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) atau diserap perusahaan besar atau konglomerat?
News Writer
News Writer - Bisnis.com 01 Februari 2019  |  10:25 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — Kadang muncul pertanyaan, distribusi pembiayaan atau kredit bank kepada pihak ketiga, sejatinya terkonsentrasi ke mana? Apakah benar-benar menyasar usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) atau diserap perusahaan besar atau konglomerat?

Jawabannya sederhana. Saya selalu menulis, sifat dasar uang itu apa?  Sifat dasar uang adalah trust, kepercayaan. Tentu uang akan mengikat kelompok masyarakat atau institusi yang bisa dipercaya.

Kalau Anda konglomerat, atau minimal bisnis yang ditekuni ada hubungannya dengan grup konglomerat, pemilik dana dalam hal ini perbankan bisa jadi akan antre menawarkan pinjaman kepada Anda.

Kalau UMKM, bank tetap mau saja menyalurkan, tetapi akan melihat dari ujung rambut hingga ujung kaki profil risiko Anda. Kalau belum ketemu trust-nya, bank akan mencari agunan atau aset Anda. Belum ketemu trust lagi, bank tanya kanan-kiri, atas-bawah orang-orang di sekeliling Anda. Kalau trust-nya sudah ketemu, kredit mengalir.

Kalau ke konglomerat, bank paling tinggal merujuk bisnis yang ditekuni apa, atau jejaring usahanya ke mana, atau rekomendasi dari mana, cukup bagi perbankan menemukan kepercayaan.

Apakah konsep itu masih berlaku? Sedikit banyak masih. Tetapi harus diakui, era internet sudah mulai menggeser semuanya. Sekarang ini mulai tumbuh layanan pinjaman secara online.

Perusahaan keuangan digital ini terus tumbuh. Bahkan tidak hanya tumbuh, tapi menjamur. Mereka menawarkan pinjaman dengan syarat cukup mudah. Anda unggah foto rekening bank, upload KTP, isi formulir kalau sudah disetujui, pinjaman bisa cair.

Apakah kepercayaan luntur? Sejatinya ya tidak. Anda pinjam melalui 'bank online' ya tentu saja bunganya tidak jauh beda dari kartu kredit. Kalau Anda enggak bisa cicil, nagihnya bisa lebih serem dari debt collector kartu kredit.

Tapi apa sebenarnya yang menarik, dan bisa menjadi peluang bisnis bagi Anda? 

Hampir semua perusahaan besar, sekarang ini menggunakan teknologi digital. Pembayaran semuanya menggunakan digital. Boleh jadi, dalam waktu beberapa  tahun ke depan, kartu ATM sudah tidak perlu dibawa kemana-mana lagi.

Bepergian cukup bawa smartphone saja. Layanan yang terinstsal ya paling OVO, Gopay, dan lainnya.  Tidak perlu bawa e-money, flazz, brizzi, dan segala macamnya. Inilah yang saya sebut sebagai kekuatan riil zaman Bubble New Money.  Anda mampu mencetak uang elektronik dan bisa pula mendistribusikannya.

Penulis

Ir Goenardjoadi Goenawan, MM

Motivator Uang

Untuk pertanyaan dan informasi buku elektronik terbaru, bisa diajukan melalui alamat: goenardjoadigoenawan@gmail.com

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kredit, kartu kredit, Edukasi Duit

Editor : Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top