Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Biayai Infrastruktur, Bank Mandiri Andalkan Sindikasi

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. mengandalkan skema kredit sindikasi sebagai strategi untuk menyalurkan kredit infrastruktur bernilai jumbo.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 20 Februari 2019  |  13:23 WIB
Karyawati Bank Mandiri menghitung mata uang dolar AS dan rupiah di Jakarta, Selasa (12/2/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam
Karyawati Bank Mandiri menghitung mata uang dolar AS dan rupiah di Jakarta, Selasa (12/2/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. mengandalkan skema kredit sindikasi sebagai strategi untuk menyalurkan kredit infrastruktur bernilai jumbo.

SVP Large Corporate 2 Group Bank Mandiri Yusak Silalahi mengatakan bahwa skema kredit sindikasi dapat menyiasati keterbatasan bank yang diatur dalam Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK).

“Untuk menghadapi tantangan BMPK tersebut, perbankan mau tidak mau harus menjadikan kredit sindikasi sebagai ujung tombak utama,” ujarnya, Selasa (19/2/2019).

Selain itu, menurutnya, keterlibatan pasar modal dan alternatif pembiayaan lain dalam pembiayaan infrastruktur tak kalah penting. Menurutnya, saat sebuah proyek infrastruktur telah memasuki masa komersial, kreditur dapat mencari alternatif pembiayaan lain sehingga bank tidak perlu membiayai sesuai dengan tenor panjang yang diberikan.

“Manakala proyek itu masuk masa komersial, kreditur kami khususnya mulai melakukan pendekatan sell down, kolaborasi dengan Mandiri Sekuritas. Untuk kreditur sindikasi, kami sudah set up itu di awal daripada terms fasilitas kredit tersebut, sell down kredit tersebut, supaya bisa recycle agar bisa masuk ke proyeki infrastruktur yang baru,” jelasnya.

Yusak menyampaikan, tantangan lain dalam penyaluran kredit infrastruktur adalah pertimbangan faktor perubahan kondisi politik. Dengan tenor kredit yang relatif panjang, dan potensi perubahan kebijakan pembangunan infrastruktur di masa mendatang, kredit infrastruktur menjadi perjudian.

“Tantangannya adalah political changes, dan ini dengan tenor yang cukup panjang, kami harapkan dukungan pemerintah bersifat jangka panjang sehingga proyek itu bsia selsai tepat waktu dari waktu ke waktu, sehingga dukungan pemeirntah dapat mempercapat proyek infrastruktur,” tuturnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank mandiri kredit infrastruktur
Editor : Farodilah Muqoddam
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top