Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

BCA Salurkan Kredit Rp2,7 Triliun kepada Salim Group

BCA menyalurkan kredit sindikasi sebesar Rp2,7 triliun untuk proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dan Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) milik PT Tamaris Hidro dan Anak Perusahaan yang dimiliki oleh Salim Group.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 21 Februari 2019  |  09:07 WIB
Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Jahja Setiaatmadja berbicara pada seminar nasional Kebangkitan BUMN Sektor Infrastruktur, di Jakarta, Selasa (19/2/2019). BCA menyalurkan kredit sindikasi sebesar Rp2,7 triliun untuk proyek PLTA dan PLTM yang dikerjakan oleh Salim Group. - Bisnis/Dedi Gunawan
Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Jahja Setiaatmadja berbicara pada seminar nasional Kebangkitan BUMN Sektor Infrastruktur, di Jakarta, Selasa (19/2/2019). BCA menyalurkan kredit sindikasi sebesar Rp2,7 triliun untuk proyek PLTA dan PLTM yang dikerjakan oleh Salim Group. - Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Central Asia Tbk. menyalurkan kredit sindikasi sebesar Rp2,7 triliun untuk proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dan Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) milik PT Tamaris Hidro dan Anak Perusahaan.

Kredit kepada perusahan yang 85% sahamnya dimiliki oleh Salim Group tersebut ditujukan untuk kebutuhan refinancing dan pembiayaan proyek. Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan bahwa kredit tersebut diberikan dalam bentuk rupiah dan dolar dengan tenor 7—12 tahun.

“Porsi kami sekitar Rp2,7 triliun, mix antara dolar dan rupiah. Dolar dan rupiah tergantung kontrak masing-masing proyek dengan PLN [PT Perusahaan Listrik Negara (Persero)],” ujarnya kepada Bisnis, Rabu (20/2/2019).

Kredit sindikasi tersebut juga diikuti oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Dalam kredit yang ditandantangani pada 18 Januari 2019 tersebut, bank-bank peserta kredit sindikasi mengambil posisi sebagai join mandated lead arranger.

Kredit sindikasi tersebut diberikan dalam mata uang rupiah senilai Rp3,96 triliun, dan dalam bentuk valuta asing senilai US$140,6 juta. Suku bunga kredit rupiah ditentukan sebesar Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) rate + 4,5%, sedangkan untuk valuta asing senilai London Interbank Offered Rate (LIBOR) + 3%.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bca kredit sindikasi
Editor : Farodilah Muqoddam
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top