Kredit Masih Lesu, Likuiditas Perbankan Tetap Terkendali

Di tengah penyaluran kredit yang masih lesu, kalangan perbankan memastikan tidak ada masalah dengan likuiditas di awal tahun.
Kredit Masih Lesu, Likuiditas Perbankan Tetap Terkendali/Ilustrasi
Kredit Masih Lesu, Likuiditas Perbankan Tetap Terkendali/Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA -- Sejumlah perbankan menyatakan tidak memiliki masalah likuiditas di awal tahun. Bahkan, mereka merasa penyaluran kredit masih lesu.

Vice Presiden Consumer Lending PT Bank Negara Indonesia Tbk. Egos Mahar menyatakan pertumbuhan kredit tidak terlalu tinggi, bahkan tidak tembus 5% pada Januari 2019. Hal serupa juga ditunjukkan oleh dana pihak ketiga, yang juga tidak tumbuh lebih dari 5%.

"Semuanya, masih lesu ya. Maka dari itu kami masih belum melihat adanya risiko dalam likuiditas kami," ucapnya, Senin (4/3/2019).

Egos mengatakan, pertumbuhan kredit perusahaan baru akan tumbuh pada bulan ini. namun, pertumbuhan tersebut juga tidak akan sampai mengganggu likuiditas bank.

"Kalau strategi kami paling menjaga semua rasio-rasio itu saja. BNI masih dalam keadaan yang aman," katanya.

Hal serupa disebutkan oleh PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat Tbk. (Bank BJB). Head of Corporate Secretary Division of Bank BJB Muhammad Asadi Budiman mengatakan perusahaan masih dapat menjaga pertumbuhan kredit dan dana pihak ketiga  pada kisaran yang terkendali.

Meski tidak menyebutkan angka pertumbuhan kredit dan DPK tahun lalu, pertumbuhan kredit dan DPK pada 2017 masing-masing berada di kisaran 8% hingga 9%.

"Pokonya kami masih dalam batas yang bisa terukurlah," ucap Asadi.

Meski demikian, Asadi mengatakan BPD tidak akan sampai kesulitan dalam menjaga likuiditasnya. Pasalnya, Bank cukup aktif memanfaatkan obligasi sebagai penyediaan dana alternatif. Tahun ini, bank juga akan lebih aktif dalam penyediaan dana pihak ketiga baik dari tabungan maupun giro.

Asadi melanjutkan perusahaan juga mendapat dukungan cukup baik dari pemerintah daerah, yakni dengan membuat gerakan nontunai, sehingga BPD juga tidak perlu terlalu khawatir DPK-nya tergerus dalam.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : M. Richard
Editor : Saeno
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper