Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Revisi UU Dana Pensiun Mendesak Direalisasikan

Revisi Undang-undang No. 11/1992 tentang Dana Pensiun dinilai mendesak direalisasikan.
Oktaviano DB Hana
Oktaviano DB Hana - Bisnis.com 18 Maret 2019  |  02:53 WIB
Dana pensiun - Istimewa
Dana pensiun - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Revisi Undang-undang No. 11/1992 tentang Dana Pensiun dinilai mendesak direalisasikan.

Wakil Ketua Umum Perkumpulan DPLK (Dana Pensiun Lembaga Keuangan) Nur Hasan Kurniawan mengatakan regulasi tersebut sudah usang dengan sejumlah poin ketentuan yang tidak sesuai lagi dengan konteks perkembangan saat ini.

“Kalau bicara perkembangan zaman, UU Dapen itu sudah kedaluwarsa,” ungkapnya kepada Bisnis pada Minggu (17/3/2019).

Nur Hasan menjelaskan UU Dana Pensiun berlaku sejak 20 April 1992. Regulasi itu berlaku bersama sejumlah ketentuan terkait lain, antara lain UU Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek).

Sejumlah regulasi itu dinilai sudah mengalami penyesuaian. UU Jamsostek yang berubah menjadi UU No. 24/2011 tentang Badan Pengelola Jaminan Sosial.

Di samping itu, berdasarkan data statistik, sambung Nur Hasan, jumlah dana pensiun, khususnya dana pensiun pemberi kerja (DPPK), terus berkurang, sedangkan jumlah DPLK terus bertumbuh.

“Revisi UU ini patut sesegera mungkin direalisasikan. Kalau lihat dapen, jumlah DPPK selalu turun, berarti peluangnya ada di DPLK. Jadi, perlu untuk merangsang industri tumbuh,” paparnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dana pensiun dplk
Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top