EDUKASI DUIT : Mengejar Reward Penting, Bangun Kolaborasi Lebih Penting

Kolaborasi memang ada levelnya. Tapi bukan berarti kalau di bawah, selamanya terus di bawah. Tentu perlahan naik sejalan dengan keuntungan yang diperoleh.
News Writer
News Writer - Bisnis.com 21 Maret 2019  |  12:48 WIB
EDUKASI DUIT : Mengejar Reward Penting, Bangun Kolaborasi Lebih Penting
Goenardjoadi Goenawan. - Bisnis/swi

Bisnis.com, JAKARTA — Anda menyadari atau tidak, perusahaan-perusahaan besar di Indonesia, mereka membangun entitas bisnisnya benar-benar sendirian. Tumbuh menjadi kokoh karena usaha sendiri, tanpa keterlibatan pihak lain.

Tidak. Mereka tumbuh menjadi besar karena kerja sama dengan pihak lain. Berkolaborasi dengan orang lain. Kolaborasi bukan berarti gajah ketemu gajah. Gajah ketemu gajah yang saya maksud, pemilik modal besar dengan pemilik modal besar.

Mereka berkolaborasi macam-macam. Kalau yang sudah di level atas, jajaran pemilik bisnis, komisaris, atau direksi, wajar apabila ketemunya yang satu level. Membicarakan bisnis, bicara kolaborasi.

Tapi yang namanya bisnis tidak akan pernah lepas dari yang namanya suplai bahan baku. Nah, bahan baku itu muncul dari kelompok yang lebih kecil. Bisnis beras misalnya, tentu harus dekat dengan petani. Bisnis rumah makan, minimal dekat dengan pemasok daging, pemasok sayur, dan lainnya.

Kolaborasi memang ada levelnya. Tapi bukan berarti kalau di bawah, selamanya terus di bawah. Tentu perlahan naik sejalan dengan keuntungan yang diperoleh.

Itu sebabnya, saya pernah menulis, ketika Anda memulai usaha hal yang paling utama selain mengindentifikasi pasar adalah membangun kolaborasi.

Mengutip para motivator bisnis, kolaborasi itu bisa beragam. Anda butuh modal, eh ternyata ketemu teman sekolah punya modal, jadi kolaborasi. Anda punya modal, eh ketemu teman zaman kuliah yang jago masak.

Itu sebanya, terkadang saya heran ketika banyak pekerja yang merasa stuck dengan pekerjaannya, bingun karena karier enggak naik, gaji enggak naik, hanya mengeluh.

Kalau pekerja hanya mengejar reward, mungkin butuh puluhan tahun untuk bisa mencapai titik yang disebut bebas finansial. Maka, apa yang perlu dilakukan?

Jangan cuma mengejar reward. Mulailah membangun kolaborasi, berangkat dari sekeliling Anda. Mungkin saja, Anda ketemu bos besar, butuh informasi tempat wisata yang lagi tren, Anda bisa memberikan masukan.

Catat, sekarang anak-anak milenial paling jago dalam urusan mencari tempat wisata dan kuliner.

Atau Anda punya tetangga jago dengan obat-obatan herbal, bisa mulai ngobrol dengan samping kanan-kiri Anda, bicara soal menjaga kesehatan, itu dapat menciptakan kolaborasi. Siapa tahu, samping kanan-kiri Anda adalah anak pemilik usaha, malah reward-nya bisa berlipat.

Sekarang ini eranya adalah mengembangkan potensi diri. Dan, percayalah, sekecil apapun potensi itu, bisa menjadi modal untuk mencapai kemakmuran. Tinggal jalankan saja.

Penulis

 Ir Goenardjoadi Goenawan, M

Motivator Uang

Untuk pertanyaan dan informasi buku elektronik terbaru, bisa diajukan melalui alamat: goenardjoadigoenawan@gmail.com

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
investasi, Edukasi Duit

Editor : Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top