BCA Khawatirkan Likuiditas Industri Perbankan

PT Bank Central Asia Tbk. mulai mengkhawatirkan kecukupan likuiditas perbankan di Tanah Air.
M. Richard | 25 April 2019 21:07 WIB
Pekerja membersihkan menara BCA di Jakarta, Selasa (12/3/2019). - ANTARA/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Bank Central Asia Tbk. mulai mengkhawatirkan kecukupan likuiditas perbankan di Tanah Air.

Direktur BCA Santoso menuturkan meski rasio keuangan perseroan masih menunjukkan kondisi yang terjaga, tetapi tren likuiditas yang semakin ketat perlu menjadi perhatian banyak pihak.

"Tantangan industri perbankan adalah likuiditas, loan to deposit rastio [LDR] industri cukup tinggi [93,35%] dan selalu meningkat," katanya usai paparan hasil kinerja Kuartal I/2019 BCA, Kamis (25/4/2019).

Sebagai informasi, BCA juga salah satu bank yang mulai menunjukkan peningkatan LDR.

Posisi LDR pada kuartal I/2019 adalah 81,03% yang pada periode sama tahun lalu hanya 77,85%.

Dia juga menuturkan kondisi likuiditas juga semakin sulit dengan masuknya pemerintah dalam menyerap dana masyarakat. Pada akhirnya, Hal ini membuat kemampuan perbankan untuk menyalurkan kredit.

Oleh karena itu, Santoso berharap semua pihak untuk dapat berupaya menarik investor asing dalam meletakkan uangnya ke Indonesia.

Dengan demikian, kondisi likuiditas bisa aman, dan pertumbuhan ekonomi dapat terjaga.

"Nah, tinggal seberapa deras kita mampu mendatangkan investor asing ke dalam negeri saja," katanya.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bca, likuiditas bank

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup