BRI Berharap BRIlink Layani 2 Juta Transaksi Per Hari

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. menargetkan capaian volume transaksi hingga 2 juta per hari disetiap agen laku pandai perseroan yang bernama BRIlink.
Ipak Ayu H Nurcaya
Ipak Ayu H Nurcaya - Bisnis.com 01 Juli 2019  |  17:48 WIB
BRI Berharap BRIlink Layani 2 Juta Transaksi Per Hari
Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) Suprajarto didampingi direksi lainnya memberikan penjelasan mengenai kinerja perseroan, di Jakarta, Rabu (24/4/2019). - Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. menargetkan capaian volume transaksi hingga 2 juta per hari disetiap agen laku pandai perseroan yang bernama BRIlink.

Direktur Jaringan dan Layanan BRI Osbal Saragih mengatakan bahwa saat ini agen layanan keuangan tanpa kantor BRIlink sudah berjumlah sekitar 420.000 dengan jumlah transaksi 1,6 juta. Sementara itu, transaksi di wholebanking sekitar 1,8 juta. 

Artinya, dia menegaskan akan sangat memungkinkan mencapai target transaksi 2 juta per hari menuju akhir tahun nanti. 

"Itu sangat mungkin karena kami mau gencar melakukan sosialisai ke masyarakat. Saat ini ada 47 fitur yang bisa dimanfaatkan masyarakat di BRIlink, bahkan nantinya akan langsung terhubung pada pembukaan rekening tanpa perlu ke kantor cabang," katanya saat ditemui Bisnis.com akhir pekan lalu. 

Osbal mengemukakan BRIlink saat ini didesain oleh perseroan menjadi sebuah masa depan. Untuk itu, perseroan sedang terus berbenah, belum lagi kegiatan di BRIlink akan turut mendorong pendapatan komisi yang tahun ini diharapkan sebesar Rp13,3 triliun.

Tak hanya itu, bank wong cilik ini juga akan mendorong BRIlink nantinya mampu menggantikan seluruh fungsi dan peran cabang sehingga tak hanya komisi tetapi pundi-pundi dana murah juga terus bertambah. Alhasil, fokus pembenahan tata kelola BRIlink terus dijalankan. 

Apalagi, lajut Osbal, dalam tren pertumbuhan jumlah BRIlink yang mulai melambat, maka strategi konsolidasi akan digencarkan. Konsolidasi itu meliputi standarisasi outlet, device BRIlink, hingga penetapan target-target disetiap agen BRIlink. 

"Kami akan pantau jika target di seluruh wilayah tidak tercapai bahkan ada agen yang dalam satu bulan tidak bertransaksi maka kami akan ganti," ujar Osbal.

Adapun tantangan BRIlink sampai saat ini yakni masih pada jaringan komunikasi utamanya pada daerah yang terisolasi. Namun, dengan BRISat atau BRI Satelit perseroan akan terus berupaya menjangkau daerah-daerah yang tidak didukung dengan fiber optik yang layak. 

Dengan demikian, seluruh fungsi aset akan secara relevan berjalan secara berkesinambunga.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bri, bank rakyat indonesia, BRILink

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top