Kian Ekspansif, Maybank Buka Kantor Cabang Syariah di Padang

Ekspansi ini diproyeksi mampu meningkatkan penetrasi customer base perusahaan, khususunya terkait keuangan syariah, serta ikut mendukung pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut.
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 10 Juli 2019  |  16:03 WIB
Kian Ekspansif, Maybank Buka Kantor Cabang Syariah di Padang
Karyawan melayani nasabah di salah satu kantor cabang Maybank Indonesia, di Jakarta, Kamis (27/6/2019). - Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Maybank Indonesia Tbk. membuka kantor cabang syariah (KCS) di Padang, Sumatra Barat.

Ekspansi ini diproyeksi mampu meningkatkan penetrasi customer base perusahaan, khususunya terkait keuangan syariah, serta ikut mendukung pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut.

Direktur Operasional Maybank Indonesia Widya Permana mengatakan bahwa kehadiran kantor cabang syariah di Padang merupakan bagian dari strategi perusahaan memperluas jaringan layanan berbasis syariah.

“Hal ini sejalan dengan visi Maybank Indonesia untuk menjadi penyedia layanan keuangan terkemuka di Indonesia dalam melayani komunitas,” kata Widya dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis, Rabu (10/7/2019).

Dia menambahkan, pembukaan KCS merupakan wujud komitmen Maybank Indonesia dalam menerapkan strategi sharia first. Strategi tersebut hendak memprioritaskan produk syariah kepada nasabah baru maupun nasabah lama, sepanjang relevan dan sesuai dengan kebutuhan nasabah.

Sebelumnya, perusahaan juga membuka tiga KCS di tiga kota, yakni Yogyakarta, Cirebon, dan Balikpapan. Saat ini perbankan Syariah Maybank Indonesia, termasuk KCS Padang, memiliki 14 kantor cabang dan dua kantor cabang pembantu.

Secara total, per 31 Maret 2019, Maybank Indonesia memiliki 384 cabang termasuk cabang syariah yang tersebar di Indonesia serta satu cabang luar negeri, yakni Mumbai, India.

Selain itu, Maybank juga memiliki 21 mobil kas keliling dan 1.613 ATM termasuk CDM (cash deposit machine) yang terkoneksi dengan lebih dari 20.000 ATM.

Jaringan pembayaran itu tergabung dengan ATM Prima, ATM Bersama, Alto, Cirrus, dan terkoneksi dengan 3.500 ATM Maybank di Singapura, Malaysia dan Brunei.

Sementara itu, hingga akhir Maret 2019, Maybank Indonesia mengelola simpanan nasabah sebesar Rp128,4 triliun atau tumbuh 6,2% secara tahunan (year-on-year/yoy). Capaian itu menjaga rasio simpanan terhadap kredit (loan to deposit ratio/LDR) Maybank berada pada level yang sehat, yakni 90,1%.

Dari sisi fungsi intermediasi, bank menyalurkan kredit sebesar Rp135,8 triliun, naik 10,9% yoy. Kredit community financial services (CFS) nonritel, yang terdiri dari usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dan business banking, tumbuh 8,5% menjadi Rp56,5 triliun.

Adapun terkait profitabilitas, Maybank Indonesia membukukan penurunan laba bersih sebesar 10,4% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp414,9 miliar. Presiden Direktur Maybank Indonesia Taswin Zakaria mengatakan penurunan laba itu disebabkan oleh peningkatan pada provisi kerugian kredit.

Hal tersebut merupakan konsekuensi perseroan mengambil langkah yang konservatif dalam menyisihkan provisi untuk kredit-kredit usaha yang terkena dampak ekonomi dalam situasi yang penuh tantangan. Meski demikian, perseroan masih mencatat pertumbuhan pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) sebesar 7,7% menjadi Rp2 triliun pada periode tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
maybank

Editor : Emanuel B. Caesario

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top