BTN Revisi Target Rencana Bisnis Bank

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. mempertimbangkan kondisi makro ekonomi global dan domestik.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 20 Juli 2019  |  06:39 WIB
BTN Revisi Target Rencana Bisnis Bank
Karyawan melayani nasabah di kantor cabang utama PT Bank Tabungan Negara Tbk, Jakarta, Senin (1/7/2019). - Bisnis/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. merevisi target Rencana Bisnis Bank memasuki paruh kedua 2019.

Direktur Utama Bank BTN Maryono mengatakan penyesuaian Rencana Bisnis Bank (RBB) dilakukan atas pertimbangan belum stabilnya kondisi makro ekonomi, baik global maupun domestik, yang berdampak pada industri perbankan.

“Penyesuaian RBB perlu dilakukan karena mempertimbangkan kondisi makro ekonomi yang ada dan melihat perkembangan industri perbankan dalam negeri yang cenderung mengalami pengetatan likuiditas,” ujarnya di Jakarta, Jumat (19/7/2019).

Maryono mengutarakan dalam perubahan RBB, hingga akhir tahun ini, pertumbuhan kredit dan Dana Pihak Ketiga (DPK) diprediksi berkisar 10-12 persen, sedangkan aset ditargetkan naik di kisaran 8-10 persen.

“Target pertumbuhan DPK dan kredit kami masih di atas RBB industri perbankan yang berada di angka 9-11 persen untuk kredit dan DPK yang hanya tumbuh 7-9 persen. Kami optimistis kinerja BTN tetap dalam jalurnya atau on track,” lanjutnya.

BTN mengaku sudah menyiapkan sejumlah strategi untuk meraup pendanaan dan meningkatkan pertumbuhan kredit pada semester II/2019.

Untuk pendanaan, BTN melakukan kombinasi dana dari wholesale funding seperti penerbitan obligasi berkelanjutan tahap II dan mengejar dana murah dari produk tabungan dan deposito.

Di sisi kredit, bank pelat merah itu optimistis bisa mengejar pertumbuhan karena penyaluran kredit per Juni 2019, sudah sejalan dengan rencana perseroan. Adapun segmen kredit yang digenjot adalah Kredit Pemilikan Rumah (KPR) non subsidi, kredit komersil, dan  kredit konstruksi.

Permintaan kredit, terutama properti, yang masih tinggi dan stabilnya suhu politik usai Pemilu 2019 diyakini berdampak positif terhadap laju pertumbuhan.

Dikutip dari laporan publikasi, penyaluran kredit BTN tumbuh 19,57 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp242,13 triliun pada kuartal I/2019. Sementara itu, DPK naik 10,98 persen yoy menjadi Rp215,83 triliun.

Maryono menambahkan kebijakan Bank Indonesia (BI) seperti pelonggaran Giro Wajib Minimum (GWM) menjadi stimulus pertumbuhan kredit pada semester II/2019. Selain itu, BI juga telah memangkas suku bunga acuan atau BI 7 Days (Reverse) Repo Rate (BI7DRRR) menjadi 5,75 persen.

BTN juga menyampaikan akan merevisi rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) dan rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL). CAR ditargetkan berada di level 17-19 persen, sedangkan NPL gross dijaga di bawah 2,5 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
btn

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top