Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Transaksi Hanya 10%, Tiga Bank ini Tak Ekspansif Buka Cabang

Tiga bank ini mengaku tidak akan lagi membuka kantor cabang secara masif, mengingat transaksi di kantor cabang kini hanya menyisakan porsi sekitar 10% dari total transaksi.
Ipak Ayu H Nurcaya
Ipak Ayu H Nurcaya - Bisnis.com 03 Juli 2019  |  16:55 WIB
Aktivvitas layanan nasabah di salah satu kantor cabang Bank Mandiri, di Jakarta, Senin (9/1). - JIBI/Dedi Gunawan
Aktivvitas layanan nasabah di salah satu kantor cabang Bank Mandiri, di Jakarta, Senin (9/1). - JIBI/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA — Perbankan menyebut transaksi di kantor cabang kini hanya menyisakan porsi sekitar 10% dari total transaksi. Alhasil, pembukaan cabang bukan lagi hal yang perlu dilakukan secara masif.

Direktur Distribution & Network PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Dasuki Amsir mengatakan terkait dengan rencana bisnis bank tahun ini di bidang jaringan, perseroan akan berfokus untuk melakukan optimalisasi jaringan yang ada, khususnya meningkatkan peran e-channel dalam melayani kebutuhan nasabah.

"Saat ini dari total transaksi yang dilakukan oleh nasabah hampir 90% transaksi nasabah sudah menggunakan e-channel, sedangkan yang walk in customer tinggal hanya 10%. Oleh sebab itu, untuk kantor cabang baru BTN hanya akan menambah satu kantor cabang syariah di Kendari," katanya kepada Bisnis, Rabu (3/7/2019).

Dasuki mengemukakan, perseroan juga akan meningkatkan status empat kantor cabang pembantu menjadi kantor cabang konvensional. Tak hanya itu, BTN juga akan merelokasi satu kantor cabang konvensional dan dua kantor cabang syariah.

Sementara itu, di Aceh perseroan dengan sandi saham BBTN ini hanya memiliki satu cabang kovensional dengan sejumlah kantor cabang pembantu yang akan dialihkan menjadi kantor layanan syariah.

Pastinya, Dasuki mengemukakan, tahun ini tidak ada kantor cabang yang ditutup.

Adapun, pada tahun lalu, BTN masih ekspansif dengan membuka 55 jaringan kantor baru yang terdiri dari kantor wilayah, kantor cabang, kantor cabang pembantu, kantor kas dan payment point. Jumlah kantor baru itu meningkat jika dibandingkan periode 2017 yang sebanyak 49 kantor.

Direktur Bisnis dan Jaringan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Hery Gunardi mengatakan tahun ini perseroan akan melakukan pembukaan kantor cabang tidak lebih dari lima unit. Kantor itu berupa pop up branch dan hype branch di Alam Sutera, Tangerang Selatan.

"Strategi kami lebih peningkatan produktivitas. Saat ini, transaksi yang masih dilakukan di cabang hanya sekitar 10% dan 90% melalui e-channel," katanya.

Hery menyebut, di samping pembukaan kantor baru, perseroan akan menutup 44 cabang, 42 cabang mikro dan 2 cabang reguler di sejumlah wilayah. Jumlah penutupan kantor itu menurutnya lebih banyak dari tahun lalu.

Sementara itu, Presiden Direktur OCBC NISP Parwati Surjaudaja memastikan dalam hal kantor cabang perseroan masih akan melanjutkan upaya pengoptimalan kantor yang ada. Apalagi tahun lalu perseroan baru melakukan penutupan sekitar 20 kantor cabang.

Perseroan pun mencatat transaksi yang masih dilakukan di cabang hanya sebesar 10%. "Jadi belum ada rencana penambahan kantor," kata Parwati.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank mandiri bank btn kantor cabang bank ocbc nisp ekspansi bank
Editor : Emanuel B. Caesario
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top