Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penurunan PTKP Tak Akan Kurangi Kecepatan Penyaluran Kredit Konsumer

Berdasarkan catatan Bisnis, pemerintah berencana menurunkan baseline PTKP yang berlaku saat ini di angka Rp54 juta.
M. Richard
M. Richard - Bisnis.com 25 Juli 2019  |  19:47 WIB
ATM BJB - Bisnis
ATM BJB - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA – Meski rencana penurunan baseline penghasilan tidak kena pajak (PTKP) ke Rp36 juta berpotensi menurunkan pendapatan bersih kelas rendah, pelaku industri perbankan masih optimistis penyaluran kredit konsumernya tidak akan terpengaruh.

Berdasarkan catatan Bisnis, pemerintah berencana menurunkan baseline PTKP yang berlaku saat ini di angka Rp54 juta.

Direktur Konsumer dan Ritel PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk. (Bank BJB) Suartini membenarkan penurunan baseline PTKP berpotensi mengurangi pendapatan bersih masyarakat khususnya berpenghasilan rendah.

Namun, perseroan tetap optimistis lantaran pertumbuhan pendapatan bersih masyarakat saat ini sudah cukup baik. “Iya, mungkin bisa menurunkan pendapatan, tetapi banyak hal juga yang membuat kami optimistis,” kata Suartini, dalam acara Analyst Meeting, Kamis (25/7/2019).

Menurutnya, pertumbuhan pendapatan masyarakat saaat ini tumbuh stabil di kisaran 10 persen per tahun. Hal ini membuat kemampuan masyarakat untuk mengunakan fasilitas perbankan juga meningkat.

Lagipula, katanya, mayoritas pengguna fasilitas kredit konsumer merupakan masyarakat kelas menengah dan atas, sehingga pengaruh terhadap penyaluran kredit tidak akan signifikan.

Senada, Direktur Keuangan PT Bank Central Asia Tbk. Vera Eve Lim menyampaikan tidak akan berdampak banyak pada penyaluran kredit konsumer. “Tidak sampai begitu, tidak banyak berpengaruh,” katanya.

Berdasarkan data Statistik Perbankan Indonesia, total penyaluran kredit bank umum pada Mei 2019 tercatat Rp1.503 triliun, atau naik 12,33 persen (year-on-year/yoy), sedangkan rasio kredit bermasalahnya berada pada posisi 1,72 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pajak perbankan
Editor : M. Taufikul Basari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top