Semester I/2019 BNI Bukukan Pendapatan Fee dari Trade Finance Rp623 Miliar

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk yang membukukan kenaikan dua digit dari pendapatan berbasis komisi (fee based income/FBI) dari bisnis pembiayaan perdagangan.
Ropesta Sitorus
Ropesta Sitorus - Bisnis.com 12 Agustus 2019  |  21:03 WIB
Semester I/2019 BNI Bukukan Pendapatan Fee dari Trade Finance Rp623 Miliar
Nasabah mengisi form pada operasional terbatas di BNI Cabang Jakarta Kota, Senin (3/6/2019). - Bisnis/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) yang membukukan kenaikan dua digit dari pendapatan berbasis komisi (fee based income/FBI) dari bisnis pembiayaan perdagangan.

Direktur Treasuri dan Internasional Bank BNI Rico Rizal Budidarmo menyebutkan pertumbuhan pendapatan berbasis komisi dari pembiayaan perdagangan mengalami peningkatan setiap tahun.

“Per semester I/2019, pertumbuhan FBI dari Trade Finance meningkat sebesar 15,8 persen  secara year on year,” katanya kepada Bisnis, Senin (12/8/2019).

Kontribusi FBI dari trade finance terhadap pendapatan fee keseluruhan BNI per paruh pertama tahun 2019 mencapai 12 persen dan termasuk dalam tiga besar penyumbang pendapatan nonbunga.

Mengutip data dalam data paparan investor BNI, total  pendapatan komisi BNI per akhir semester I/2019 mencapai Rp5,38 triliun, tumbuh 11,6 persen (YoY) dari akhir Juni 2018 yang berjumlah Rp4,82 triliun.

Dua kontributor terbesar pendapatan fee BNI berasal dari segmen konsumer dan ritel, yakni account maintenance sebesar Rp923 miliar, naik 11,3 persen (YoY), serta dari dari card business sebesar Rp792 miliar, naik 12,9 (YoY).

Adapun, penopang yang ketiga terbesar yakni dari business banking khususnya trade finance sebesar Rp623 miliar. Pendapatan komisi dari pembiayaan perdagangan tersebut sejalan dengan kenaikan transaksi perdagangan internasional menjadi US$25,3 miliar, naik 10,6 persen.

“Secara tren selama lima tahun terakhir, pencapaian FBI Trade Finance selalu meningkat setiap tahun,” kata Rico.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bni

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top