MUFG Bank Kembali Terbitkan NCD Senilai Rp2,1 Triliun

MUFG Bank, Ltd. (MUFG Bank) kembali mencari pendanaan lewat penerbitan sertifikat deposito senilai Rp2,1 triliun untuk memenuhi kebutuhan likuiditas dalam rangka ekspansi bisnis.
Ropesta Sitorus
Ropesta Sitorus - Bisnis.com 20 Agustus 2019  |  21:45 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - MUFG Bank, Ltd. (MUFG Bank) kembali mencari pendanaan lewat penerbitan sertifikat deposito senilai Rp2,1 triliun untuk memenuhi kebutuhan likuiditas dalam rangka ekspansi bisnis.

Mengutip data yang dipublikasikan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia, sertifikat deposito (negotiable certificates of deposit/NCD) IV MUFG Bank Tahap IV tahun 2019 tersebut terbagi dalam tiga bagian dengan tingkat bunga mulai dari 6,40 persen - 6,95 persen.

Perinciannya, seri NCD IV MUFG Bank Tahap IV Tahun 2019 seri A sebesar Rp200 miliar memiliki tingkat diskonto 6,40 persen per tahun dengan tenor tiga bulan.

Seri B yang memiliki jumlah pokok Rp590 miliar memiliki tingkat bunga 6,70 persen dengan tenor enam bulan. Terakhir, seri B yang memiliki tenor 12 bulan ditawarkan dengan tingkat bunga 6,95 persen dan jumlah pokok senilai Rp1,31 triliun.

Sertifikat deposito senilai Rp2,1 triliun itu mulai didistribusikan secara elektronik pada 15 Agustus 2019. Dalam emisi NCD kali ini, ada empat sekuritas yang menjadi joint arranger yakni PT BCA Sekuritas, PT Binaartha Sekuritas, PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia dan PT Indo Premier Sekuritas.

Emisi NCD kali ini merupakan yang ketiga kalinya yang dilakukan MUFG Bank sejak awal 2019. Sebelumnya, pada Februari 2019 perseroan menerbitkan NCD dengan nilai total Rp1,14 triliun. Kemudian, pada Mei lalu, MUFG Bank kembali melakukan emisi NCD dengan nilai total sebesar Rp1,46 triliun.

Dengan demikian, hingga Agustus 2019, entitas perbankan komersial Mitsubishi UFJ Financial Group, Inc. itu telah menerbitkan NCD dengan nilai total Rp4,7 triliun.

Matthew Hanzel, Corporate Communications Planning Departement MUFG Bank Ltd. Cabang Jakarta menyatakan penghimpunan pendanaan nonkonvensional diperlukan demi menunjang kebutuhan ekspansi bisnis.

Belum lama ini, MUFG Bank, mengucurkan pembiayaan secara sindikasi kepada PT Pertamina EP Cepu (PEPC), anak perusahaan PT Pertamina (Persero) senilai US$1,85 miliar atau setara Rp25,7 triliun.

Pembiayaan patungan 12 bank itu diberikan untuk proyek gas Jambaran –Tiung Biru (JTB). MUFG berperan sebagai sole financial advisor dan mandated lead arranger utama dan turut berperan sebagai facility agent, investment agent, private political risk insurance coordinating bank dan hedge provider.

Pembiayaan yang merupakan salah satu pembiayaan proyek terbesar Pertamina ini dinilai penting karena strukturnya yakni menggabungkan pembiayaan proyek konvensional dan, untuk pertama kalinya, fasilitas pembiayaan proyek berbasis syariah yang disediakan oleh MUFG Bank (Malaysia) Bhd., di bawah skema trustee borrowing yang sudah ada.

MUFG Bank Ltd., Kantor Cabang Jakarta, membukukan laba bersih sebesar Rp3,53 triliun sepanjang 2018, tumbuh 34,28 persen secara year on year (YoY). Kenaikan tersebut didorong oleh perkembangan bisnis kredit perbankan korporasi yang mencapai Rp110,51 triliun, tumbuh 21,40 persen YoY. Sejalan dengan itu pendapatan bunga bersih bank terkerek 25,78 persen menjadi Rp5,45 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Mitsubishi UFJ Financial Gorup (MUFG)

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top