Kinerja BTN Masih Solid

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. mengklaim kinerja perseroan tetap solid memasuki kuartal III/2019, ditandai dengan penyaluran  kredit bersubsidi telah mencapai kuota yang ditetapkan pemeritah.
M. Richard
M. Richard - Bisnis.com 16 September 2019  |  15:08 WIB
Kinerja BTN Masih Solid
Plt Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Oni Febriarto Raharjo (kiri) mendengarkan penjelasan dari Pemimpin Redaksi Bisnis Indonesia Hery Trianto dalam kunjungan ke kantor redaksi Bisnis Indonesia di Jakarta, Senin (16/9/2019). - Bisnis/M. Richard

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. mengklaim kinerja perseroan tetap solid memasuki kuartal III/2019. Hal itu ditandai dengan penyaluran  kredit bersubsidi telah mencapai kuota yang ditetapkan pemerintah.

Pelaksana Tugas Direktur Utama Bank BTN, Oni Febriarto Raharjo menyatakan kondisi bisnis perseroan sepanjang kuartal ketiga tahun ini masih berjalan positif.  

"Kinerja kami masih cukup baik. Kami punya tim yang solid dan mampu terus meningkatkan kinerja perseroan," katanya dalam kunjungan di Kantor Bisnis Indonesia, Senin (16/9/2019).

Hal tersebut disampaikan Oni dalam kunjungan ke Wisma Bisnis Indonesia dengan didampingi Direktur Finance, Treasury & Strategy Nixon L.P.  Napitupulu, dan Direktur Consumer Banking Budi Satria. Selain itu, hadir Chief Economist BTN  Winang Budoyo.

Oni menuturkan penyaluran kredit bersubsidi perseroan berkontribusi lebih dari 90 persen dari total penyaluran  kredit perseroan. "Karena kami ada penugasan untuk menyalurkan KPR bersubsidi melalui program FLPP. Kebetulan kuota yang diberikan  sudah tercapai," tuturnya.

Per Juni 2019, BTN mencatatkan penyaluran kredit Rp251,04 triliun atau tumbuh 18,78 persen secara tahunan. Namun, laba bank yang fokus di perumahan ini harus turun 7 persen.

 BTN mencatatkan laba bersih Rp1,3 triliun atau 50 persen dari target 2019 sebesar Rp2,6 triliun. Angka ini turun dari periode yang sama tahun lalu. Namun, BTN mencatatkan pertumbuhan aset sebesar 16,58 persen (yoy) dari Rp 268,04 triliun pada semester I/2018 menjadi Rp312,47 triliun.

Laba operasional BTN masih tumbuh dibanding tahun lalu. Laba bersih turun karena CKPM (Pencadangan) dibentuk besar untuk memenuhi ketentuan PSAK 71.

Pertumbuhan kredit BTN masih ditopang sektor perumahan. Lini bisnis ini mencatatkan kenaikan 19,72 persen (yoy) menjadi Rp 173,61 triliun. Segmen kredit ini didorong oleh penyaluran kredit KPR subsidi menjadi senilai Rp 90,75 triliun atau naik 27,55 persen (yoy).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
btn

Editor : Hendri Tri Widi Asworo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top