5 Berita Populer Finansial, Kuota KPR Bersubsidi Hingga September Sudah Habis dan Bank Mandiri Incar KPR Rumah Bekas

Kabar banyaknya peminat hunian bersubsidi hingga kuotanya pun habis jadi berita terpopuler kanal Finansial hari ini, Selasa (24/9/2019).
Oliv Grenisia
Oliv Grenisia - Bisnis.com 24 September 2019  |  18:30 WIB
5 Berita Populer Finansial, Kuota KPR Bersubsidi Hingga September Sudah Habis dan Bank Mandiri Incar KPR Rumah Bekas
Perumahan sederhana di Kelurahan Tegal Gede, Kecamatan Sumbersari, Jember, Jawa Timur, yang pemilikannya dibiayai KPR BTN. - Antara/Seno

1. Laris Manis KPR Bersubsidi, Hingga Akhir September Kuota Sudah Habis

Terbatasnya kuota subsidi pemerintah untuk pembiayaan perumahan menyebabkan penyaluran kredit perbankan untuk segmen ini relatif terbatas. Padahal, pasar hunian bersubsidi tergolong gemuk, dan seharusnya dapat menjadi tumpuan pertumbuhan kredit perbankan.

Direktur Konsumer PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Budi Satria menyampaikan bahwa kredit hunian segmen subsidi masih menjadi penggerak utama pertumbuhan kredit konsumer perseroan. Baca selengkapnya di sini

2. Tinggalkan Kelas Menengah Atas, Bank Mandiri Incar KPR Seken

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. melakukan rekalkulasi bisnis pada penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) dengan menyasar pada debitur kelas menangah bawah dan rumah seken. Selama ini bank pelat merah itu lebih banyak mengucurkan kredit pada pada segmen menengah ke atas dan investasi.

Perseroan akan memacu KPR sejuta umat atau ticket size Rp500 juta ke bawah. Baca selengkapnya di sini

3. Pembiayaan Akseleran Tembus Rp700 Miliar

PT Akseleran Keuangan Inklusif Indonesia (Akseleran) mencatatkan pembiayaan senilai Rp698,32 miliar secara akumulatif hingga Agustus 2019, jauh meningkat dibandingkan dengan capaian 2018 senilai Rp210 miliar.

CEO & Co-Founder Akseleran Ivan Nikolas mengatakan pembiayaan yang telah disalurkan per bulan mencapai Rp70 miliar. Baca selengkapnya di sini

4. BPJS Ketenagakerjaan Perlu Agresif Tingkatkan Kepesertaan

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau BPJS Ketenagakerjaan dinilai perlu melakukan strategi intensifikasi dalam meningkatkan jumlah kepesertaan, yang tahun ini tengah melambat.

Pengamat asuransi Hotbonar Sinaga menilai BPJS Ketenagakerjaan perlu meningkatkan kepersetaan dari perusahaan-perusahaan yang ada saat ini, baca selengkapnya di sini

5. DANA: Merger dengan OVO Itu Spekulasi

Pihak PT Espay Debit Indonesia Koe atau DANA menyatakan isu merger dengan dompet digital OVO merupakan spekulasi. Meskipun begitu, kedua pihak menyatakan bahwa industri teknologi finansial atau tekfin akan terus mendorong kolaborasi.

CEO DANA Vincent Henry Iswaratioso tidak memberikan banyak komentar saat ditanya mengenai perkembangan isu merger yang bergulir akhir-akhir ini. Baca selengkapnya di sini

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kpr, bank mandiri

Editor : Surya Rianto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top