Isu Kesetaraan Gender Menjadi Perhatian Industri Asuransi

Isu Kesetaraan Gender Menjadi Perhatian Industri Asuransi
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 26 September 2019  |  03:28 WIB
Isu Kesetaraan Gender Menjadi Perhatian Industri Asuransi
Ilustrasi-Asuransi - www.getbudget.com

Bisnis.com, JAKARTA — Isu kesetaraan gender menjadi saah satu pembahasan dalam industri asuransi jiwa, khususnya dalam jajaran direksi. Keberagaman dinilai dapat membuat perusahaan menjadi lebih inovatif dan memiliki ketahanan bisnis. 

Presiden Direktur & CEO PT AIG Insurance Indonesia Robert Edward James Logie menjelaskan, isu keberagaman kini menjadi pembahasan di antara berbagai pelaku industri, baik kerugian maupun jiwa.

Menurut dia, terdapat tiga hal yang menjadi perhatian karena dinilai dapat mendorong kinerja perusahaan, yakni keberagaman, inklusi, dan rasa kepemilikan. Ketiganya saling berkaitan dan berperan penting dalam membentuk budaya perusahaan.

Adapun, terkait keberagaman, kesetaraan gender menjadi salah satu hal yang dapat mendorong kinerja industri asuransi jiwa. Bahkan, menurut Rob, perusahaan dengan keberagaman gender di jajaran direksi dapat memberikan pengaruh yang positif.

"Saya tidak berpikir ini [kesetaraan gender] sesederhana yang dikatakan bahwa perusahaan saya memiliki keberagaman lalu perusahaannya tumbuh, banyak hal yang diperlukan. Namun, menurutku, terdapat indikasi bahwa keberagaman dapat lebih membawa perusahaan kepada keberhasilan," ujar Rob kepada Bisnis, Rabu (25/9/2019).

Menurut dia, pertumbuhan yang dicapai dapat berupa pertumbuhan skala bisnis atau bahkan profit. Selain itu, dengan kesetaraan gender, perusahaan akan memiliki daya tahan yang lebih baik dalam menjalankan bisnis.

"Jika orang-orang memiliki latar belakang berbeda-beda, dari berbagai tempat, maka dapat mengikuti tren, melihat apa yang tengah berlangsung. Input yang berbeda-beda dapat digabungkan untuk mengambil keputusan apa yang akan dilakukan selanjutnya," ujar dia.

Rob menjelaskan, dia pernah melakukan pencarian informasi jajaran direksi dari perusahaan-perusahaan asuransi umum. Dari 5 perusahaan asuransi umum ternama, dia menemukan hanya terdapat 2 orang direksi perempuan dari total 26 orang direksi.

Temuan tersebut menurutnya dapat menjadi cerminan bagi perusahaan asuransi untuk mendorong kesetaraan gender.

Presiden Direktur PT AXA Financial Indonesia Niharika Yadav menjelaskan, perusahaannya memiliki 80 persen perempuan di jajaran direksi. Hal tersebut menurutnya menunjukkan terdapat kesetaraan gender di AXA Mandiri. 

Kesetaraan gender menurutnya turut memengaruhi berbagai keputusan bisnis yang dibuat perseroan, salah satunya mengenai langkah pemasaran produk. Keberadaan perempuan dan laki-laki yang seimbang mempengaruhi cara pemasaran terhadap kedua pihak. 

"Industri asuransi merupakan industri yang baik dalam menerapkan kesetaraan gender, karena input dari laki-laki dan perempuan dapat memberikan manfaat bagi masing-masing laki-laki dan perempuan, melalui pemasaran yang tepat," ujar Niharika kepada Bisnis, belum lama ini.
 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
asuransi

Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top