Kinerja DPK, Simpanan Jumbo Mulai Menyusut

Lembaga Penjamin Simpanan mencatat simpanan nasabah bernilai besar atau lebih dari Rp2 miliar dan di atas Rp5 miliar mulai menyusut.
Ipak Ayu H Nurcaya
Ipak Ayu H Nurcaya - Bisnis.com 28 September 2019  |  07:25 WIB
Kinerja DPK, Simpanan Jumbo Mulai Menyusut
Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Halim Alamsyah menyampaikan review suku bunga penjaminan LPS di Jakarta, Rabu (31/7/2019). - ANTARA/Puspa Perwitasari

Bisnis.com, JAKARTA - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat simpanan nasabah bernilai besar atau lebih dari Rp2 miliar dan di atas Rp5 miliar mulai menyusut.

Per Agustus 2019, simpanan nasabah di atas Rp5 miliar secara nominal berkurang Rp2,74 triliun atau minus 0,10 persen secara bulanan menjadi Rp2.765,88 triliun. Meski demikian, angka itu masih setara 46,89 persen dari total simpanan nasabah di Perbankan Nasional. 

Sementara, secara jumlah rekening masih terpantau tumbuh dari periode juli 2018 98.947 nasabah menjadi 99.733 per Agustus 2019. 

"Adapun pada golongan di atas Rp2 miliar baik secara nominal dan jumlah rekening masih tumbuh meski tipis yakni masing-masing 0,27 persen dan 0,11 persen secara bulanan," tulis laporan LPS, dikutip Sabtu (28/9/2019).

Ketua Dewan Komisioner LPS Halim Alamsyah mengatakan secara tren dan keseluruhan kinerja dana pihak ketiga atau DPK memang perlahan menurun dalam tiga tahun terakhir ini.

"Sejak dua tahun terakhir pertengahan tahun lalu itu menjadi puncak pertumbuhan DPK kita semua perlahan melambat, yang paling tajam melambat simpanan di bawah Rp100 juta, sementara Rp500 juta-Rp1 miliar stabil," katanya.

Adapun, khusus rekening di atas Rp2 miliar memang sebenarnya sedikit menurun, tapi masih dalam tren yang bertumbuh. Juli dan Agustus lalu karena yang di atas Rp5 miliar turun sedikit jadi terlihat berkurang. 

Menurut Halim hal itu lantaran sumber dana di atas Rp2 miliar kebanyakan dimiliki oleh nasabah korporasi, BUMN, IKNB, dan pemerintah. Pergerakannya pun akan sejalan dengan aktivitas sektor pemerintah.

"Sementara dilihat secara individual, swasta simpanannya memang grafiknya tumbuh agak melambat. Secara umum DPK memang sangat dipenagruhi sektor pemerintah akhir-akhir ini," ujarnya. 

Dari dunia perbankan, Wakil Direktur Utama BNI Herry Sidharta mengatakan porsi simpanan dengan nominal di atas Rp2 miliar merupakan 50 persen dari total DPK BNI.

Per Juli 2019 pun masih tercatat ada pertumbuhan sekitar 4 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Secara total pertumbuhan DPK sampai dengan Juli 2019 perseroan juga diklaim masih cukup tinggi di atas rerata perbankan yang berada di level 12,9 persen.

"Namun, ekspansi kredit perseroan yang lebih cepat mendorong kenaikan LDR menjadi 94,4 persen per Juli 2019," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bni, perbankan, lps

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top