Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Bos BCA Mengaku Kaget Transaksi di Bank Berubah Drastis

Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk. Jahja Setiaatmadja menyatakan transaksi di perbankan mengalami perubahan signifikan karena pengaruh dari perkembangan teknologi yang terjadi sangat cepat.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 06 November 2019  |  18:39 WIB
Bos BCA Mengaku Kaget Transaksi di Bank Berubah Drastis
Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Jahja Setiaatmadja memberikan penjelasan mengenai kinerja keuangan, di Jakarta, Rabu (24/4/2019). - Bisnis/Dedi Gunawan
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk. Jahja Setiaatmadja menyatakan transaksi di perbankan mengalami perubahan signifikan karena pengaruh dari perkembangan teknologi yang terjadi sangat cepat.

"Jika ditanyakan 5 tahun lalu apa sudah tahu 2019-2020 akan seperti ini [transformasi digital yang sangat cepat], tentu tidak. Akselerasi kecepatan teknologi cepat sekali berkembang," katanya di Indonesia Banking Expo 2019, Rabu (6/11/2019).

Jahja menuturkan, perubahan tersebut dapat dilihat dari perubahan porsi transaksi melalui mesin ATM, kantor cabang, dan e-channel perseroan.

Pada 2007, porsi transaksi di mesin ATM BCA masih tercatat sebesar 71%, kantor cabang 17%, dan sisanya transaksi melalui internet banking (i-banking) dan mobile banking (m-banking).

Sementara itu, pada 2019 mesin ATM yang sebelumnya menjadi alat transaksi yang populer, porsi transaksi melalui mesin ATM hanya tinggal 23%. Porsi i-banking dan m-banking meningkat hingga 57%, sedangkan sisanya di kantor cabang sekitar 1,8%.

"Saya sendiri waktu pertama melihat kaget sendiri, begitu cepat perubahannya, sehingga terlihat kantor cabang sudah tidak dibutuhkan," tuturnya.
 
Meskipun begitu, kata Jahja, kantor cabang bukan berarti kehilangan fungsi. Dari nilai transaksi, kantor cabang masih mencatat nilai paling besar, dengan porsi 51,6%.
 
Artinya, eksistensi kantor cabang masih tetap dibutuhkan, utamanya untuk melakukan transaksi kliring, cek, dan transaksi besar lainnya. Selain itu, Jahja meyakini bisnis bank secara keseluruhan untuk bisnis korporasi, komersial, UKM, dan konsumer masih belum bisa meninggalkan cara konvensional.
 
Malah, ke depan, bank akan semakin cepat memproses transaki-transaksi tersebut, terkhusus untuk segmen korporasi yang memiliki sistem tersendiri, pengembangan layanan bank pun dinilai akan semakin baik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bca Transaksi Nontunai
Editor : Hendri Tri Widi Asworo
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top