Strategi Bank Danamon Bertarung di BUKU IV

PT Bank Danamon Tbk. akhirnya naik kelas menjadi bank umum kegiatan usaha (BUKU) IV setelah melepas saham di PT Asuransi Adira Dinamika.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 29 November 2019  |  17:54 WIB
Strategi Bank Danamon Bertarung di BUKU IV
Nasabah melakukan transaksi melalui anjungan tunai mandiri di kantor PT Bank Danamon Indonesia Tbk di Jakarta, Selasa (2/7/2019). - Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Danamon Indonesia Tbk. naik kelas ke bank umum kegiatan usaha (BUKU) IV setelah mendapat tambahan dana dari aksi pelepasan saham anak usahanya, PT Asuransi Adira Dinamika.

Direktur Utama Bank Danamon Yasushi Itagaki memaparkan sejumlah strategi yang akan dilakukan perseroan dalam memperlebar bisnis setelah masuk ke BUKU IV, salah satunya memperluas layanan digital.

"Ke depan, kami akan memperbaiki dan mengembangkan infrastruktur digital, juga akan memperbesar investasi ke SDM [Sumber Daya Manusia] dalam persiapan menggunakan model perbankan digital, sehingga diharapkan bisnis Bank Danamon akan tumbuh lebin cepat," katanya usai acara Penuntasan Transaksi Adira Insurance di Jakarta, Jumat (29/11/2019).

Pada kesempatan yang sama, Wakil Direktur Utama Bank Danamon Michellina Triwardhany menuturkan investasi yang besar bertujuan untuk mempercepat sekaligus efisiensi biaya operasional, di samping menambah customer experience yang lebih baik.

"Kami juga mau mengembangkan branding Bank Danamon sehingga ke depan akan lebih besar dan lebih baik lagi. Ini [kolaborasi dengan MUFG] adalah perkawinan dari sisi strategi yang sangat unik yang bisa kita leverange ke depannya," paparnya.

Seperti diketahui, sejalan dengan naiknya porsi kepemilikan MUFG Bank, Ltd., (anak usaha perbankan Mitsubishi UFJ Financial Group, Inc.) menjadi 94,1 persen, MUFG menggabungkan anak usahanya Bank Nusantara Parahyangan (BNP) dengan Bank Danamon. Proses merger tersebut rampung pada Mei 2019.

Michell memaparkan dengan posisi MUFG sebagai pemilik Bank Danamon, pihaknya akan memanfaatkan jaringan rantai pasok dari basis nasabah yang dimiliki MUFG.

Menurutnya, potensi perkembangan ini dikarenakan MUFG memiliki keunggulan, utamanya di ekosistem digital. Di samping itu, bank asal Jepang tersebut memiliki basis nasabah yang besar secara global, termasuk nasabah dari Negeri Sakura.

"Keunggalan MUFG banyak nasabah supplier, distributor lokal, dan nasabah segmen konsumer. Rencananya, kami masuk ke rantai bisnis ini dan menempatkan Danamon di tengah ekosistem ini. Jadi, kolaborasi dengan MUFG akan membawa peluang bisnis Bank Danamon lebih ekspansif," papar Itagaki.

Selain itu, lanjutnya, Bank Danamon juga akan fokus mengonsolidasikan bisnis setelah merger dengan BNP lewat pemanfaatan jaringan kantor cabang BNP yang sudah banyak tersebar.

Direktur Keuangan Bank Danamon Muljono Tjandra menambahkan pada fokus bisnis, perseroan akan memperbesar pertumbuhan di empat sektor, yakni bisnis asuransi melalui Asuransi Adira, segmen komersial dan korporasi, Usaha Kecil dan Menengah (UKM), serta konsumer.

"Kami memiliki empat segmen untuk engine growth. Keempat mesin ini ke depannya akan kami dorong, kami tidak fokus pada satu engine. Selain itu, kolaborasi dengan MUFG akan sangat bagus bagi pertumbuhan kredit Bank Danamon di segmen komersial dan SME [Small Medium Entrepreneur]," ujarnya.

Seperti diketahui, Bank Danamon melepas 70 persen kepemilikan saham Asuransi Adira kepada Zurich Insurance Company Ltd., yang nilainya setara dengan Rp3,9 triliun.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan pada kuartal III/2019, modal inti Bank Danamon tier 1 tercatat sebesar Rp29,67 triliun. Untuk naik kelas ke BUKU IV, diperlukan modal inti minimal Rp30 triliun.

Artinya, dana yang didapat dari penjualan saham Asuransi Adira, modal inti perseroan bertambah menjadi sekitar Rp33,57 triliun sehingga perseroan otomatis masuk ke kategori BUKU IV.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bank danamon, perbankan

Editor : Annisa Margrit
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top