Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Resolusi 2020, Bebas Utang dan Pertebal Dana Darurat

Bank Commonwealth menyarankan agar masyarakat fokus membebaskan diri dari utang konsumtif. Sebagai catatan, utang konsumtif ini adalah pinjaman yang ditujukan untuk kebutuhan sehari-hari atau untuk belanja yang sifatnya impulsif seperti berlibur, nonton konser, ganti gadget terbaru, dan sebagainya.
Lalu Rahadian
Lalu Rahadian - Bisnis.com 10 Januari 2020  |  18:55 WIB
Head of Wealth Management & Client Growth Bank Commonwealth Ivan Jaya (kanan) memberikan penjelasan saat peluncuran aplikasi CommBank SmartWealth, di Jakarta, Kamis (17/1/2019). - Bisnis/Dedi Gunawan
Head of Wealth Management & Client Growth Bank Commonwealth Ivan Jaya (kanan) memberikan penjelasan saat peluncuran aplikasi CommBank SmartWealth, di Jakarta, Kamis (17/1/2019). - Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Commonwealth memiliki sejumlah tips dan trik bagi masyarakat agar bisa mewujudkan resolusi keuangan pada 2020. Terlebih lagi bagi Anda yang hendak membebaskan diri dari hutang, dan mempertebal dana darurat.

Setidaknya ada tiga tips yang dimiliki Bank Commonwealth. Pertama, bank swasta ini menyarankan masyarakat untuk melakukan rekapitulasi aset dan utang. Pemisahan antara utang produktif dan konsumtif juga perlu dilakukan.

Bank Commonwealth menyarankan agar masyarakat fokus membebaskan diri dari utang konsumtif. Sebagai catatan, utang konsumtif ini adalah pinjaman yang ditujukan untuk kebutuhan sehari-hari atau untuk belanja yang sifatnya impulsif seperti berlibur, nonton konser, ganti gadget terbaru, dan sebagainya.

Utang konsumtif biasanya didapat dari kartu kredit, kredit tanpa agunan, dan layanan seperti pay later. “Karena biasanya utang yang berasal dari channel tersebut memiliki tingkat bunga pinjaman yang lebih besar dan tidak menambah jumlah aset Anda,” kata Head of Wealth Management & Premier Banking Bank Commonwealth Ivan Jaya dalam keterangan tertulis , Jumat (10/1/2020).

Beda dengan utang konsumtif, pinjaman produktif kerap digunakan untuk menambah aset atau penghasilan. Kredit yang termasuk jenis ini adalah kredit kepemilikan rumah atau apartemen, kredit kepemilikan kendaraan, dan kredit modal usaha.

Setelah masyarakat mengetahui jumlah utang konsumtif, maka ada baiknya dibuat pengurutan dari pinjaman berbunga tertinggi dilanjutkan dengan pinjaman yang memiliki jatuh tempo panjang. Alasannya, semakin besar bunga dan semakin panjang waktu jatuh tempo utang, akan menggerus penghasilan dan aset.

Kedua, Bank Commonwealth menyarankan ada pengaturan rasio membayar cicilan utang. Hal ini harus dilakukan agar cicilan utang tidak mengganggu arus kas rutin.

Idealnya, total jumlah cicilan utang tidak boleh melebihi 30% penghasilan bersih setiap bulan. Jika ternyata jumlahnya melebihi 30% penghasilan bersih, maka harus ada aset yang dilepas guna melunasi pinjaman berjalan.

“Karena jika tidak segera menurunkan rasio kemampuan bayar utang maksimum 30%, ada kecenderungan untuk mencari utang baru untuk menutupi beban cicilan,” katanya.

Bank Commonwealth menyarankan, untuk menghindari utang konsumtif maka nasabah bisa mengevaluasi jumlah kepemilikan kartu kredit. Penutupan kartu kredit yang memiliki tingkat bunga tinggi dan iuran tahunan yang paling besar bisa dilakukan.

Ketiga adalah disediakannya dana minimal 10% dari penghasilan tiap bulan untuk keperluan darurat. Ivan menyarankan masyarakat untuk memiliki target penghimpunan dana sebesar minimum enam kali pengeluaran bulanan tahun berjalan.

Jika rasio 10% penghasilan untuk dana darurat dirasa belum cukup maka bisa ditingkatkan hingga 20% dari penghasilan bulanan selama 12 bulan. “Pembentukan dana darurat ini dapat dilakukan bersamaan dengan pelunasan utang,” katanya.

Bank Commonwealth lantas menawarkan instrumen untuk mengelola dana darurat yang bernama Bonus Saver. Layanan ini bisa dinikmati masyarakat dengan membuka rekening Bank Commonwealth di CommBank e-Kiosk (kartu ATM dan Internet/Mobile Banking langsung aktif) yang tersebar di berbagai lokasi.

Bila telah menjadi nasabah Bank Commonwealth, pembuatan rekening Bonus Saver dapat dilakukan melalui Internet Banking.

Nasabah juga dijanjikan dapat melakukan penambahan dana tabungan secara instan. Selain itu, nasabah dapat melakukan tarik tunai atau transaksi kapan saja di berbagai kanal tanpa penalty dan pengendapan biaya.

Bonus Saver juga menawarkan suku bunga yang atraktif dengan bonus bunga setiap tiga bulan dan bebas biaya administrasi rekening setiap bulannya.

“Belum ada produk dengan mekanisme serupa di pasar. Kami selalu berupaya untuk menyediakan solusi perbankan yang memudahkan nasabah dengan hasil optimal. Bonus Saver merupakan bagian dari strategi kami untuk mewujudkan purpose Bank Commonwealth, ‘Improve the financial wellbeing for our customers and communities’,” tuturnya.
 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

commonwealth bank
Editor : Hendri Tri Widi Asworo
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top