Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

2020, P2P Lending Syariah Makin Pede

Ketua Asosiasi Fintech Syariah Indonesia (AFSI) Ronald Wijaya mengatakan kontribusi seluruh fintech berbasis syariah pada 2019 mencapai Rp1 triliun. Dia meyakini angka ini dapat tumbuh hingga tiga kali lipat pada 2020. Dengan catatan infrastruktur akan menjadi lebih baik.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 14 Januari 2020  |  21:39 WIB
CEO Alami Bembi Juniar (kanan) berbincang dengan CEO Kapital Boost Ronald Wijaya di sela-sela penandatangan kerja sama di Jakarta, Jumat (2/2). Kerja sama tersebut bertujuan menumbuhkan Fintech Syariah di Indonesia. - JIBI/Abdullah Azzam
CEO Alami Bembi Juniar (kanan) berbincang dengan CEO Kapital Boost Ronald Wijaya di sela-sela penandatangan kerja sama di Jakarta, Jumat (2/2). Kerja sama tersebut bertujuan menumbuhkan Fintech Syariah di Indonesia. - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA -- Fintech syariah diyakini bakal mendongkrak pasar keuangan syariah di Indonesia. Hal ini terlihat dari bidikan pembiayaan yang cukup agresif.

Ketua Asosiasi Fintech Syariah Indonesia (AFSI) Ronald Wijaya mengatakan kontribusi seluruh fintech berbasis syariah pada 2019 mencapai Rp1 triliun. Dia meyakini angka ini dapat tumbuh hingga tiga kali lipat pada 2020. Dengan catatan infrastruktur akan menjadi lebih baik. 

Hal ini sejalan dengan target 13 pemain pembiayaan online syariah yang menembus Rp4 triliun pada 2020. 

Chief Operation Officer Investree Ade Fauzan meyakini dengan adanya P2P lending syariah maka meningkatkan market share keuangan syariah. 

“Banyak yang berpikir produk keuangan syariah kuno, ribet, dan kalah dari konvensional. Kami yakin akan membuat image baru terhadap keuangan syariah, bisa mudah, bisa keren. Insya Allah industri keuangan akan tumbuh dengan adanya pemain digital ini,” ujarnya. 

Hingga saat ini fintech P2P lending syariah yang terdaftar berjumlah 12 platform syariah dan satu unit usaha syariah (UUS) yang terdaftar/berizin di OJK.

Di antaranya adalah PT Investree Radhika Jaya (Investree), PT Ammana Fintek Syariah (Ammana), PT Dana Syariah Indonesia (Dana Syariah), PT Danakoo Mitra Artha (Danakoo Syariah), PT Alami Fintek Sharia (Alami)

Selain itu, PT Syarfi Teknologi Finansial (Syarfi), PT Duha Madani Syariah (Duha Syariah), PT Qazwa Mitra Hasanah (Qazwa), PT Maslahat Indonesia Mandiri (Bsalam), PT Ethis Fintek Indonesia, PT Kapital Boost Indonesia, PT Piranti Alphabet Perkasa (Papitupi Syariah), dan PT Berkah Finteck Syariah. 

Berikut target masing-masing platform pada 2020: Alami Rp500 miliar -- Rp800 miliar, Danakoo membiayai pembiayaan pegawai Rp10 miliar, Investree menargetkan kurang lebih tumbuh 2,5 kali atau 10% dari total portofolio, Syarfi senilai Rp250 miliar setelah menandatangani pembiayaan sekitar 20 pabrik fesyen muslim.

Bsamalam menargetkan Rp320 miliar dari 110 Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU), Kapital Boost meyakini bakal mencapai pembiayaan senilai Rp200 miliar -- Rp250 miliar, Ethis bakal bakal mencapai Rp500 miliar. 

Sementara Ammana, platform P2P syariah yang telah meraih izin usaha meyakini tahun ini akan mendistribusikan pembiayaan hingga Rp1 triliun.  Berkah Fintech Syariah membidik pembiayaan hingga Rp1 triliun dengan sistem musyarakah dan mudharabah.

Adapun Papitupi menargetkan pembiayaan Rp75 miliar dan Duha Syariah menargetkan pembiayaan karyawan senilai Rp10 miliar -- Rp15 miliar sejumlah 7.500 transaksi. Adapun Qazwa sekitar Rp150 miliar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

P2P lending
Editor : M. Taufikul Basari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top