Bank Mandiri Meraup Untung Rp27,5 Triliun pada 2019

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. mencetak laba bersih Rp27,5 triliun atau tumbuh 9,9% secara tahunan (year-on-year/yoy) sepanjang 2019.
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 24 Januari 2020  |  07:32 WIB
Bank Mandiri Meraup Untung Rp27,5 Triliun pada 2019
Logo PT Bank Mandiri Tbk. (Persero). - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. mencetak laba bersih Rp27,5 triliun atau tumbuh 9,9% secara tahunan (year-on-year/yoy) sepanjang 2019.

Bank menutup tahun lalu dengan torehan laba, kredit, dan dana pihak ketiga (DPK) di atas rata-rata pertumbuhan industri perbankan Tanah Air.

Berdasarkan publikasi Jumat (24/1/2020), fungsi intermediasi bank naik 10,7% yoy menjadi Rp907,5 triliun. Hal ini disokong oleh pembiayaan kepada proyek infrastruktur yang berkontribusi 23% terhadap total portofolio kredit.

Penyaluran dana kepada infrastruktur naik 14,6% yoy menjadi Rp209 triliun per Desember 2019. Listrik dan transportasi mendominasi kredit bertenor panjang ini.

Keduanya berkontribusi hampir separuh dari total portofolio. Kedua proyek ini, masing-masing tumbuh 27,0% yoy dan 15,8% yoy.

Secara persentase, pertumbuhan kredit infrastruktur tertinggi diraih oleh perumahan dan fasilitas kota, dengan capaian 71,5% yoy menjadi Rp17,2 triliun.

Selanjutnya disusul oleh telematik yang naik 67,3% yoy menjadi Rp24,6 triliun dan terkait jalan naik 43,9% yoy menjadi Rp22,8 triliun.

Pertumbuhan tersebut tercatat dengan kualitas aset yang terjaga. Rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) bank turun 42 basis poin (bps) menjadi 2,3%.

Dari segi fungsi penggalangan DPK, bank membukukan Rp933,1 triliun atau naik 11% yoy. Jumlah tersebut diperoleh dari 25,7 juta akun rekening.

Pertumbuhan kredit dan DPK bank pun mengkerek aset emiten berkode BMRI ini. Per Desember 2019, aset BMRI tumbuh 9,6% yoy menjadi Rp1.318,2 triliun, menempatkan perseroan sebagai bank terbesar kedua dari segi aset.

Adapun bank berkomitmen untuk membangun ekosistem digital untuk mendukung kemudahan dan kecepatan transaksi. Per Desember 2019, BMRI mencatat nilai transaksi Mandiri Online naik 102% yoy menjadi Rp748,8 triliun.

Sementara itu jumlah transaksi per menit kanal digital pun telah jauh di atas kantor cabang. Anjungan tunai mandiri (ATM) serta mobile banking dan internet banking mencatat sebanyak 2.677 dan 2.376 transaksi per menit, sedangkan kantor cabang 323 transaksi per menit.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bank mandiri, kinerja bank

Editor : Hendri Tri Widi Asworo
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top