Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kredit Bank Mandiri Tumbuh 10,7 Persen, Ini Sektor Penopangnya

Pertumbuhan kredit PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. ditopang oleh beberapa sektor, termasuk kredit korporasi.
Direksi PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. berfoto bersama di sela-sela konferensi pers paparan kinerja Bank Mandiri 2019 di Jakarta, Jumat (24/1/2020)./Bisnis-Ipak Ayu N.
Direksi PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. berfoto bersama di sela-sela konferensi pers paparan kinerja Bank Mandiri 2019 di Jakarta, Jumat (24/1/2020)./Bisnis-Ipak Ayu N.

Bisnis.com, JAKARTA — Kinerja kredit korporasi menjadi salah satu penopang pertumbuhan kredit PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. pada 2019, yang secara total naik 10,7 persen secara tahunan menjadi Rp907,5 triliun.

Direktur Utama Bank Mandiri Royke Tumilaar mengatakan kredit sektor korporasi masih menjadi penopang utama segmen wholesale, yang naik 9,3 persen year-on-year (yoy) menjadi Rp516,4 triliun per Desember 2019. Adapun sektor ritel, yang ditopang oleh mikro dan konsumer, tumbuh 11,9 persen yoy menjadi Rp275,9 triliun.

“Kredit korporasi kami tumbuh baik di kisaran 7,7 persen yoy, sedangkan penyaluran kredit mikro naik 20,1 persen yoy dan kredit konsumer meningkat 7,9 persen yoy," paparnya dalam konferensi pers paparan kinerja 2019 di Jakarta, Jumat (24/1/2020).

Royke menyebut bisnis kartu kredit dan kredit kendaraan bermotor juga berkontribusi signifikan, dengan laju ekspansi masing-masing 20,1 persen yoy menjadi Rp13,8 triliun dan 9,6 persen yoy menjadi Rp34,6 triliun.

Bank pelat merah itu turut menyalurkan kredit hingga Rp208,9 triliun ke sektor infrastruktur, naik 14,6 persen secara yoy. Kredit tersebut disalurkan kepada berbagai sektor seperti tenaga listrik, transportasi, migas, energi terbarukan, dan lainnya.

Untuk program Kredit Usaha Rakyat (KUR), kredit yang disalurkan mencapai Rp25,02 triliun atau tumbuh 42,3 persen secara tahunan. Angka tersebut setara dengan realisasi 100,09 persen dari target 2019, dengan jumlah penerima sebanyak 310.987 debitur.

Dari jumlah tersebut, sebesar 50,10 persen disalurkan kepada sektor produksi, yakni pertanian, perikanan, industri pengolahan, dan jasa produksi.

Sementara itu, kredit Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang disalurkan bank pelat merah itu naik 9,8 persen yoy menjadi Rp92,2 triliun pada 2019. Nilai tersebut disalurkan kepada 928.798 pelaku UMKM.

“Salah satu strategi kami dalam membangun sektor UMKM ini adalah dengan memanfaatkan value chain nasabah-nasabah wholesale, baik menjadi nasabah UMKM Bank Mandiri sendiri maupun menjadi target pasar hasil produksi nasabah UMKM Bank Mandiri,” terang Royke.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor : Annisa Margrit
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper