Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Konsorsium Ilham Habibie Sanggup Suntik Muamalat Rp3,2 Triliun

Angka ini mendekati permintaan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yang saat itu meminta dana disetor minimal separuh dari kebutuhan Bank Muamalat sekitar Rp8 triliun.
M. Richard
M. Richard - Bisnis.com 05 Februari 2020  |  20:06 WIB
Karyawati Bank Muamalat melayani nasabah di Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (20/2/2019). - Bisnis/Paulus Tandi Bone
Karyawati Bank Muamalat melayani nasabah di Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (20/2/2019). - Bisnis/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Muamalat Indonesia Tbk. menyebutkan kemampuan Al-Falah Investment Pte. Limited dalam penyuntikan modal pada tahun ini sampai Rp3,2 triliun.

Direktur Utama Bank Muamalat Indonesia Achmad K. Permana menyebutkan kebutuhan modal untuk tier satu perseroan adalah Rp2 triliun. Namun, kemampuan Al Falah melebihi kebutuhan tersebut dan telah disetujui oleh Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) akhir tahun lalu.

"Jadi, total sahamnya adalah 32 miliar lembar saham senilai Rp3,2 triliun kalau nilainya Rp100 per lembar saham. Nah, di investor nanti akan menentukan apa mau langsung Rp3,2 triliun, atau ditambah dengan subdate modal tier dua. Yang jelas itu tier satu Rp3,2 triliun," katanya, Rabu (5/2/2020).

Sebagai informasi, angka ini mendekati dengan permintaan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yang saat itu meminta dana disetor minimal separuh dari kebutuhan Muamalat yang menurut taksiran regulator adalah senilai Rp8 triliun.

Permana menyebutkan administrasi penyuntikan modal Al Falah saat ini tengah berlangsung.

"Kata Pak Wimboh [Ketua Dewan Komisioner OJK], bagaimana supaya fit, konsep penyelesainya akan seperti apa itu yang akan difinalisasi. Namun, yang jelas kan greenlight sudah dari Beliau, dalam waktu dekat selesai," ujarnya.

Sayangnya, Komisaris Utama/Komisaris Independen Bank Muamalat Ilham A. Habibie enggan menanggapi hal ini.

Dalam perkembangan lain, Bank Muamalat mengumumkan telah mendapat dukungan dari seorang pengacara kondang Yusril Ihza Mahendra untuk mengawal segala proses hukum ke depannya.

Permana menjelaskan peran Yusril adalah untuk memuluskan proses penyuntikan modal dari Al Falah. Di samping itu, Yusril juga diharapkan dapat menuntaskan permasalahan pembiayaan yang telah lama berkarat dan menyebabkan laba bersih perseroan menipis.

"Kami yakin Pak Yusril bisa lebih membantu. Beliau punya pengalaman, beliau juga punya jaringan yang cukup luas dan mampu membantu Bank Muamalat menghadapi debitur pembiayaan yang ada masalah," ucapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank muamalat Ilham Habibie
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top