Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Obligasi Jatuh Tempo, IMFI dan Adira Andalkan Kas Internal

Belum pulihnya permintaan pembiayaan kendaraan membuat sejumlah perusahaan memilih melunasi obligasi jatuh tempo.
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 12 Februari 2020  |  18:03 WIB
Karyawan mencari informasi tentang obligasi di Jakarta, Rabu (17/7/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam
Karyawan mencari informasi tentang obligasi di Jakarta, Rabu (17/7/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - PT Indomobil Finance Indonesia (IMFI) dan PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk. (ADMF) mengandalkan kas internal untuk melunasi obligasi jatuh tempo dalam waktu dekat. 

CEO IMFI Gunawan Effendi menyatakan pihaknya tengah menyiapkan dana internal untuk membayar obligasi jatuh tempo ini. Dana yang digunakan berasal dari pembayaran angsuran oleh konsumen.
 
"IMFI akan melunasi obligasi dengan dana hasil penerimaan angsuran konsumen, selain itu IMFI masih memiliki banyak fasilitas kredit dari perbankan," ujar CEO IMFI Gunawan Effendi kepada Bisnis, Rabu (12/2/2020).

IMFI tercatat memiliki dua obligasi yang akan jatuh tempo dalam waktu dekat. Obligasi ini pertama pada 16 Maret 2020 senilai Rp464 milyar, dan 23 Maret 2020 senilai Rp51 milyar.
 
 Sementara untuk kebutuhan pembiayaan tahun ini, Gunawan menyebutkan pihaknya tetap mempertimbangkan menerbitkan kembali obligasi. Selain persoalan kebutuhan, pihaknya harus memastikan sumber pendanaan obligasi lebih menarik dibandingkan dengan sindikasi pembiayaan dari perbankan. 

Sementara itu Direktur Keuangan Adira Finance I Dewa Made Susila menjelaskan untuk obligasi jatuh tempo pihaknya sudah menyiapkan dana tunai dari internal . 
 
"[Dana] pembayaran obligasi berasal dari internal cash yang asalnya dari pembayaran cicilan nasabah," ujarnya.
 
Adira Finance tercatat memiliki sejumlah obligasi yang akan jatuh tempo pada semester I/2020. Rinciannya pada 3 Februari 2020 lalu senilai Rp232 milyar, 22 Maret 2020 senilai Rp860 milyar, 21 April 2020 senilai Rp80 milyar, 26 April 2020 senilai Rp1,1 triliun, dan 30 Juni 2020 senilai Rp238 milyar.
 
Made menyebutkan untuk kebutuhan pembiayaan modal kerja tahun ini, emiten dengan kode ticker ADMF ini tetap mempertimbangkan penerbitan kembali obligasi. Meski begitu, sebelum penghimpunan dana dari bursa dilakukan pihaknya terlebih dahulu mengkaji kondisi pasar. Baik dari sumber pendanaan lainnya, maupun kebutuhan modal kerja pada tahun berjalan. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Obligasi adira finance indomobil finance
Editor : Anggara Pernando
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top