Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bank BRI (BBRI) dan Mandiri (BMRI) Berupaya Tekan Biaya Operasional

Perbankan di Indonesia berupaya menekan rasio efisiensi biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) lewat digitalisasi maupun business process reengineering.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 16 Februari 2020  |  17:10 WIB
Nasabah berada didekat logo bank BRI di Jakarta. Bisnis - Himawan L Nugraha
Nasabah berada didekat logo bank BRI di Jakarta. Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Perbankan di Indonesia berupaya menekan rasio efisiensi biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) lewat digitalisasi maupun business process reengineering.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mencatatkan rasio efisiensi BOPO berada pada 72,10 persen. Nilai rasio tersebut tercatat terus meningkat dari 2015 yang sebesar 67,59 persen.

Sementara itu, apabila rasio efisinesi dilihat dari Cost Efficiency Ratio (CER), terjadi sedikit perbaikan yang terbukti terus menurun dari 2015. Pada 2015, rasio CER Bank BRI adalah sebesar 42,09 persen. Penurunan cenderung terus terjadi hingga 2019 dengan nilai 41,46 persen.

Corporate Secretary Bank BRI Amam Sukriyanto mengatakan, pada tahun ini, rasio efisiensi tidak akan berada jauh dari realisasi 2019. Namun, BRI akan tetap melakukan upaya efisiensi melalui business process reengineering untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi.

Menurutnya, salah satu penyebab kenaikan BOPO pada 2019, karena kenaikan pencadangan atas penyaluran kredit. Selain itu, tekanan net interest margin (NIM) juga menjadi salah satu penyebab.

"Tentunya kita terus melakukan efisiensi di tengah tekanan NIM dan persaingan. Jika dilihat beberapa tahun kemarin CER BRI berada di kisaran 40 persen dan BOPO 70 persen," katanya kepada Bisnis.com, Minggu (16/2/2020).

Menurutnya, kondisi tren kenaikan BOPO yang terjadi beberapa tahun terakhir, juga tidak membuat BRI untuk menurunkan target laba. Pasalnya, Bank dengan pasar penyaluran kredit UMKM terbesar ini menargetkan pertumbuhan laba yang signifikan yakni kisaran 10 persen-12 persen dari tahun sebelumnya.

Pada 2019, BRI menghasilkan laba senilai Rp34,41 triliun atau tumbuh 6,2 persen dibandingkan tahun lalu.

BRI, tambahnya, akan menjaga pertumbuhan operating expense (OPEX) yang moderat dengan berbagai inisiatif digital banking maupun business process reengineering, sehingga perolehan laba dapat optimal.

"Laba akan ditopang oleh pendapatan bunga kredit seiring dengan pertumbuhan bisnis dan juga pendapatan non bunga yang berbasis komisi atau fee based income," katanya.

Sementara itu, PT Bank Mandiri (Persero) tbk. menargetkan rasio efisiensi pada tahun ini berada di bawah 45 persen. Pada tahun lalu, Bank Mandiri mencatat rasio efisiensi pada angka 45,7 persen sedikit meleset dari target yang sebesar kurang dari 45 persen.

Apabila dibandingkan dengan tahun lalu, rasio efisiensi Bank Mandiri rupanya mencatat peningkatan sebesar 127 basis poin. Pada 2018, rasio efisinesi Bank Mandiri adalah sebesar 44,4 persen.

Meskipun demikian, Bank Mandiri berhasil membukukan laba Rp27,5 triliun sepanjang 2019 atau tumbuh 9,9 persen dibandingkan tahun lalu.

Corporate Secretary Bank Mandiri Rohan Hafas mengatakan pada tahun ini perseroan akan melakukan inovasi teknologi untuk untuk mensimplifikasi dan menstandarisasi proses bisnis. Kondisi tersebut akan meminimalisir proses manual, redundansi, dan eror yang pada akhirnya berdampak pada efisiensi biaya.

Dari sisi operasional, Bank Mandiri juga melakukan reprioritasi kebutuhan dan aktivitas dengan memperhatikan urgensi dan stabilitasnya.

"Selain itu, kami juga meningkatkan produktivitas pegawai agar terus meningkat, mulai mengurangi penggunaan jasa pihak ketiga dan mulai mengoptimalkan internal resources Bank Mandiri," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bri bank mandiri
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top