Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jiwasraya Rombak Direksi, Mantan Direktur BTN Masuk

Perubahan susunan direksi tersebut dilakukan oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), selaku pemegang saham utama, dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), Rabu (18/3/2020).
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 20 Maret 2020  |  17:19 WIB
Warga melintas di dekat logo Asuransi Jiwasraya di Jakarta. Bisnis - Abdurahman
Warga melintas di dekat logo Asuransi Jiwasraya di Jakarta. Bisnis - Abdurahman

Bisnis.com, JAKARTA - PT Asuransi Jiwasraya (Persero) merombak susunan direksi dengan menambahkan tiga nama baru. Perubahan tersebut dinilai akan membuat eksekusi pekerjaan lebih baik.

Perubahan susunan direksi tersebut dilakukan oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), selaku pemegang saham utama, dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Rapat yang berlangsung pada Rabu (18/3/2020) tersebut berbuah keputusan untuk menambah susunan direksi Jiwasraya.

Kementerian yang dipimpin oleh Erick Thohir itu menambah satu kursi direksi di Jiwasraya, yakni Direktur Sumber Daya Manusia (SDM). Posisi tersebut ditempati oleh R. Mahelan Prabantarikso, mantan Direktur PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.

Selain itu, Kementerian BUMN pun melakukan pergantian dua direksi di tubuh Jiwasraya. Angger Yuwono kini menjabat sebagai Direktur Teknik untuk menggantikan Rianto Ahmadi, lalu Farid Nasution menjabat sebagai Direktur Keuangan dan Investasi, menggantikan Danang Suryono.

Direktur Utama Hexana Tri Sasongko menjelaskan bahwa utuhnya jajaran direksi akan membuat aktivitas bisnis Jiwasraya lebih baik. Jajaran direksi lainnya tidak mengalami perubahan, sehingga total direksi Jiwasraya menjadi enam orang.

"Tim kembali lengkap, sehingga eksekusi pekerjaan akan lebih baik," ujar Hexana kepada Bisnis, Jumat (20/3/2020).

Perusahaan asuransi pelat merah tersebut dirundung oleh masalah gagal bayar, dengan jumlah utang klaim mencapai Rp16,7 triliun per 17 Februari 2020. Utang tesebut terdiri dari Rp400 miliar bagi nasabah tradisional dan Rp16,3 triliun bagi nasabah saving plan.

Pemerintah melalui Kementerian BUMN menyatakan bahwa akan melakukan pembayaran klaim tahap pertama pada akhir Maret 2020. Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengklaim bahwa pemerintah telah menyiapkan pembayaran klaim itu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BUMN direksi bumn Jiwasraya
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top