Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Dampak Corona, Asosiasi DPLK Harapkan Diskon Iuran OJK

Asosiasi DPLK memiliki aspirasi agar otoritas mempertimbangkan adanya relaksasi lain bagi industri dana pensiun yang selama ini pertumbuhannya belum optimal.
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 31 Maret 2020  |  14:02 WIB
DPLK - Istimewa
DPLK - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — Asosiasi Dana Pensiun Lembaga Keuangan menyatakan bahwa Otoritas Jasa Keuangan (OJK) perlu mempertimbangkan relaksasi iuran pelaku DPLK kepada otoritas di tengah wabah virus corona (covid-19).

Direktur Eksekutif Asosiasi DPLK Syarif Yunus menilai OJK telah melakukan langkah yang tepat dengan menerbitkan kebijakan countercyclical bagi lembaga jasa keuangan non bank (LJKNB). Asosiasi pun mengapresiasi kebijakan itu sebagai respons atas dampak penyebaran virus corona bagi perekonomian.

Meskipun begitu, Asosiasi DPLK memiliki aspirasi agar otoritas mempertimbangkan adanya relaksasi lain bagi industri dana pensiun yang selama ini pertumbuhannya belum optimal.

"Bahkan sebagai aspirasi, mungkin OJK pun perlu mempertimbangkan relaksasi iuran pelaku DPLK ke OJK, misalnya diberikan diskon," ujar Syarif kepada Bisnis, Selasa (31/3/2020).

Dia menilai bahwa relaksasi iuran tersebut mungkin diperlukan sebagai insentif bagi para pelaku DPLK dalam kondisi sulit akibat penyebaran Covid-19. Syarif menilai bahwa saat ini industri DPLK akan lebih fokus kepada pelayanan nasabah, sehingga diperlukan kebijakan yang dapat menunjang pelayanan tersebut..

Kebijakan countercyclical dari OJK bagi LJKNB terdiri dari berbagai poin. Pertama adalah mengenai perhitungan rasio pendanaan bagi dana pensiun dengan program pensiun manfaat pasti (PPMP).

Otoritas mengatur bahwa aset berupa obligasi korporasi dan sukuk yang tercatat di bursa efek, serta surat berharga negara dan surat berharga syariah yang diterbitkan oleh Negara Republik Indonesia dapat dinilai berdasarkan nilai perolehan yang diamortisasi.

Kebijakan lainnya adalah penundaan pelaksanaan life cycle fund bagi dana pensiun yang menyelenggarakan program pensiun iuran pasti (PPIP). Peserta yang akan memasuki masa pensiun dalam 2-5 tahun ke depan dapat ditunda pelaksanaannya paling lama satu tahun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

OJK dana pensiun lembaga keuangan
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top