Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Berapa Jumlah Dana Darurat yang Harus Disiapkan di Masa Pandemi Covid-19?

Pandemi Covid-19 yang memukul hampir seluruh sektor ekonomi menimbulkan kondisi ketidakpastian, tidak hanya pada keberlangsungan dunia usaha, tetapi juga pada kondisi keuangan pribadi.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 12 Mei 2020  |  17:50 WIB
Tips Keuangan. - Bisnis.com
Tips Keuangan. - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Pandemi Covid-19 yang memukul hampir seluruh sektor ekonomi menimbulkan kondisi ketidakpastian, tidak hanya pada keberlangsungan dunia usaha, tetapi juga pada kondisi keuangan pribadi.

Usaha yang tadinya baik-baik saja bisa jadi mengalami penurunan kinerja dan omzet. Karyawan yang sebelum wabah Covid-19 cukup sejahtera pun akan terdampak karena pandemi yang terjadi.

Misalnya saja sektor yang dinilai paling terpengaruh oleh pandemi yakni sektor pariwisata, termasuk perhotelan yang memberikan efek domino ke sektor-sektor pendukungnya, seperti penjual oleh-oleh.

Selain itu, karyawan yang saat ini bekerja dari rumah atau work from home juga dipastikan pendapatannya akan berkurang, karena ada tunjangan yang tidak diberikan, bahkan ada juga perusahaan yang mulai memangkas gaji untuk menjaga keberlangsungan perusahaan tersebut.

Keberadaan dana darurat menjadi urgen di tengah situasi yang penuh ketidakpastian ini, terkhusus bagi pekerja yang mengalami penurunan pendapatan. Apalagi, ketidakpastian akibat pandemi Covid-19 membuat banyak perusahaan mulai mengalami penurunan omzet sehingga jika pandemi berkepanjangan dikhawatirkan perusahaan tidak akan bertahan lama.

Perencana Keuangan One Shield Consulting Budi Raharjo mengatakan, biasanya dalam kondisi normal, perencana keuangan merekomendasikan dana darurat yang harus disiapkan adalah 3 hingga 6 bulan rata-rata pengeluaran per bulan.

"Harapannya kalau butuh pengeluaran tiba-tiba bisa diambil dari dana darurat, misalnya perbaikan kendaraan atau ada anggota keluarga yang butuh pinjaman. Kemudian juga untuk antisipasi PHK, yang kemungkinan dibutuhkan 3-6 bulan baru mendapat pekerjaan baru," katanya, Selasa (12/5/2020). 

Namun, dalam kondisi pandemi Covid-19 ini, menurut Budi dana darurat harus disiapkan lebih panjang, minimal 6 hingga 12 bulan. "Saat ini, kita butuh lebih panjang, ini pandemi global, perekonomian sudah pasti mengalami perlambatan, jadi butuh dana darurat lebih panjang," tuturnya.

Menurutnya, ketika aturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dibuka kembali pun, akan dilakukan secara bertahap, efek ekonomi dari pelonggaran ini dinilai bisa panjang, sehingga dana darurat yang dibutuhkan minimal 6 bulan hingga 12 bulan.

Budi mengatakan kondisi pandemi Covid-19 ini bisa menjadi pembelajaran tentang pentingnya memiliki pondasi keuangan saat kondisi ekonomi dan pendapatan sedang dalam kondisi bagus.

"Dulu perencana keuangan misalnya bilang siapkan dulu dana darurat atau asuransi kesehatan sebelum investasi, dulu kan tidak relevan, sekarang terbukti bahwa kita memerlukan pondasi keuangan karena ekonomi berubah-ubah," ujarnya.

Budi menambahkan, seharusnya pengalaman krisis di tahun 1998 dan 2008, serta krisis saat ini yang disebabkan oleh wabah Covid-19 membuat kita berkaca, bahwa sangatlah penting menyiapkan dana darurat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perencanaan keuangan tips keuangan
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

Foto loadmore

BisnisRegional

To top