Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bank Keluhkan Penjualan Bancassurance Sepi

Sejumlah perbankan di dalam negeri mengakui pandemi Covid-19 tidak hanya memukul penyaluran kredit, penjualan bancassurance ikut terdampak. Bancassurance Bank Mandiri turun hingga 20-30 persen.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 08 Juni 2020  |  05:30 WIB
Karyawati menghitung uang pecahan uang Rp100.000 di salah satu kantor cabang milik PT Bank Mandiri Tbk di Jakarta, Rabu (12/6/2019). Bisnis - Nurul Hidayat
Karyawati menghitung uang pecahan uang Rp100.000 di salah satu kantor cabang milik PT Bank Mandiri Tbk di Jakarta, Rabu (12/6/2019). Bisnis - Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - Di tengah tekanan dampak pandemi Covid-19, perbankan tidak hanya dihadapkan pada penurunan kredit, tetapi juga layanan bancassurance.

Wakil Direktur Bank Mandiri Hery Gunardi mengatakan layanan bancassurance mengalami penurunan seiring dengan jumlah nasabah yang datang ke kantor cabang yang menurun. Apalagi sebagian cabang Bank Mandiri juga ditutup karena kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSSB) sehingga ikut mempengaruhi layanan tersebut.

Setidaknya penurunan produk asuransi yang bekerja sama dengan Bank Mandiri telah dirasakan sejak Maret 2020. Adapun penurunan penjualan produk asuransi lewat layanan bancassurance Bank Mandiri turun sebesar 20 persen - 30 persen selama pandemi dibandingkan kondisi normal.

"Saya kira produk asuransi akan menjadi salah satu produk yang diminati setelah memasuki masa new normal," katanya kepada Bisnis, Minggu (6/7/2020).

Senada, Direktur Consumer Banking CIMB Niaga Lani Darmawan juga mengatakan adanya penurunan penjualan produk asuransi yang dipasarkan melalui layanan bancassurance. Penurunan terjadi sejak April 2020 dengan perbandingan antara selama pandemi Covid-19 dengan kondisi normal menurun sebesar lebih dari 50 persen.

Menurutnya, penurunan pembelian produk asuransi karena masyarakat yang mulai merasakan dampak ekonomi akibat pandemi Covid-10. Hal ini pun membuat mayoritas masyarakat menyimpan dana secara tradisional di tabungan ketimbang membeli produk lain seperti asuransi.

Meskipun demikian, CIMB Niaga meyakini layanan bancassurance akan kembali bertumbuh seiring dengan perekonomian yang memasuki tahap new normal. Apalagi, jika layanan bancassurance diijinkan untuk dibeli secara online.

"Kami yakin akan segera balik normal lagi. Apalagi apabila sudah diijinkan untuk beli online. Saat ini reksadana yang sudah diijinkan oleh regulator, Di CIMB Niaga, nasabah bisa beli langsung di OctoMobile," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank cimb niaga bancassurance
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top