Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Catat! Kepastian Penambahan Modal Bank Bukopin pada RUPS 18 Juni 2020

Penerbitan penawaran umum terbatas (PUT) V dalam rangka penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) sebanyak 4,7 miliar saham dengan nilai nominal Rp100 per saham.
M. Richard
M. Richard - Bisnis.com 09 Juni 2020  |  12:16 WIB
Karyawati melayani nasabah, di kantor Cabang Bank Bukopin di Jakarta, Senin (9/4/2018). - JIBI/Abdullah Azzam
Karyawati melayani nasabah, di kantor Cabang Bank Bukopin di Jakarta, Senin (9/4/2018). - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Bank Bukopin Tbk. menyatakan akan mendapat suntikan modal baru dalam waktu dekat.

Direktur Operasi & TI Bank Bukopin Adhi Brahmantya mengatakan pihaknya akan mengadakan rapat umum pemegang saham (RUPS) ada 18 Juni 2020 terkait rencana rights issue.

Menurutnya, pemegang saham utama akan ikut membantu perseroan dalam menghadapi kondisi likuditas di tengah pandemi Covid-19 melalui penyuntikan modal baru.

"Ini kalau soal likuditas, kami nanti mau ada RUPS dan penyuntikan modal sedikit lagi ada proses, tanggal 18 [bulan] ini," katanya, Selasa (9/6/2020).

Adapun, penerbitan penawaran umum terbatas (PUT) V dalam rangka penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) sebanyak 4,7 miliar saham atau dengan nilai nominal Rp100 per saham.

Sebelumnya, Bank Bukopin mengatakan penerbitan PUT masih dalam tahap proses registrasi untuk mendapatkan pernyataan efektif dari OJK sampai dengan batas waktu yang akan ditentukan.

Sementara itu, terkait dengan penyesuaian kepemilikan perseroan, OJK menyatakan pada Minggu (17/5/2020) bahwa regulator telah menerima informasi dari Bank Bukopin yang telah mencapai kesepakatan dengan calon investor yaitu Kookmin Korea Bank untuk menjadi pemegang saham pengendali Bank Bukopin.

"OJK akan segera memproses penyesuaian kepemilikan PT Bank Bukopin sesuai dengan ketentuan dan peraturan perundang-undangan," demikian tertulis dalam keterangan resminya.

OJK pun menyatakan bahwa penguatan aspek permodalan dan likuiditas oleh pemegang saham dan/atau investor diperlukan agar Bank Bukopin dapat meningkatkan kesehatan bank dan menjaga kestabilan sistem keuangan.

Adapun, KB Financial Group yang berbasis di Korea Selatan menyatakan komitmenya mendukung pengembangan bisnis Bank Bukopin yang saat ini dikendalikan Grup Bosowa yang didirikan Aksa Mahmud, ipar Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Dukungan ini akan ditunjukkan dengan kesiapan melakukan injeksi modal melalui Penawaran Umum Terbatas (PUT) V yang telah disetujui untuk dilakukan oleh Rapat Umum Pemegang Saham Oktober 2019 lalu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

modal bukopin bank bukopin likuiditas
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top