Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Penyaluran KUR BRI Tetap Tumbuh di Tengah Pandemi

KUR yang disalurkan BRI per Mei 2020 naik senilai Rp4,7 triliun dibandingkan dengan April 2020 yang tercatat senilai Rp43,20 triliun.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 25 Juni 2020  |  13:25 WIB
Nasabah bertransaksi melalui mesin ATM di galeri e-banking Bank BRI, di Jakarta, Selasa (12/9). - JIBI/Dwi Prasetya
Nasabah bertransaksi melalui mesin ATM di galeri e-banking Bank BRI, di Jakarta, Selasa (12/9). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA - Penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. tetap mencatatkan pertumbuhan meski sedang menghadapi tantangan pandemi Covid-19.

Vp Corporate Development and Strategic Division BRI Eddy T. Wibowo mengatakan per Mei 2020 kredit bersubsidi tersebut telah disalurkan senilai Rp47,9 triliun kepada 1,8 juta debitur.

"Kami tetap ekspansi di segmen yang dianggap lebih aman. KUR tetap jalan, per Mei kami tetap bisa menyalurkan KUR lebih dari 1,8 juta debitur dengan plafon Rp47,9 triliun," katanya dalam webinar bertajuk UMKM Gearing-Up Into New Normal "Solusi Pembiayaan, Pemasaran, dan Digitalisasi", Kamis (25/6/2020).

Adapun, KUR yang disalurkan BRI per Mei 2020 naik senilai Rp4,7 triliun, dibandingkan dengan April 2020 yang tercatat senilai Rp43,20 triliun.

Sementara jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, KUR BRI per Mei 2020 tumbuh 8,01 persen secara tahunan, dari Rp44,34 triliun yang tercacat per Mei 2019.

Eddy mengatakan ekspansi kredit tersebut sebagai bentuk dukungan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Tidak hanya dalam bentuk penyaluran kredit, perseroan juga telah melakukan restrukturisasi atau memberikan keringanan kredit kepada debitur yang terdampak pandemi Covid-19.

"Di luar core bisnis, kami juga lakukan pemberdayaan online [kepada pelaku UMKM], melalui rumah kreatif BUMN," tuturnya.

Eddy menjelaskan fasilitas pelatihan secara daring tersebut dihadiri oleh ribuan pelaku UMKM. Pelatihan tersebut digulirkan karena, tidak hanya terdampak pandemi, UMKM juga dihadapkan dengan tantangan memasuki fase new normal.

Pandemi ini memaksa UMKM harus lebih berinovasi dan memodifikasi pola berbisnis, salah satunya adalah penerapan digital. Pembatasan sosial yang selama ini diterapkan mengubah pola konsumen, dari yang sebelumnya banyak melakukan aktivitas belanja secara offline menjadi online.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bri kur kredit mikro
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top