Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Transaksi Digerogoti Corona, Pencetakan dan Distribusi Kartu GPN Tetap Normal

Per Maret 2020 volume dan nilai transaksi kartu ATM dan debet masing-masingnya turun -3,63 persen dan -5,35 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 28 Juni 2020  |  19:38 WIB
Pengunjung mengamati kartu berlogo Gerbang Pembayaran Nasional di sela-sela peluncurannya di Jakarta, Kamis (3/5/2018). - JIBI/Felix Jody Kinarwan
Pengunjung mengamati kartu berlogo Gerbang Pembayaran Nasional di sela-sela peluncurannya di Jakarta, Kamis (3/5/2018). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA - Pencetakan dan distribusi kartu Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) masih tetap berjalan normal walaupun terjadi penurunan transaksi akibat pandemi Covid-19.

Per Maret 2020 volume dan nilai transaksi kartu ATM dan debet masing-masingnya turun -3,63 persen dan -5,35 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Penurunan tersebut terjadi sejalan dengan diterapkannya pembatasan sosial berskala besar di beberapa kota besar. Mobilitas orang-orang menjadi terhambat, termasuk aktivitas belanja dan bertransaksi.

Sebaliknya, perbankan justru mencatat terjadi peningkatan transaksi secara daring (online) di e-commerce maupun marketplace.

Di sisi lain, transaksi GPN dinilai masih sangat terbatas, misalnya transaksi cenderung dilakukan secara tatap muka (face to face) dan hingga saat ini masih belum tersedia skema pembayaran GPN di e-commerce ataupun marketplace. Hal inilah yang menjadi tantangan bagi kartu berlogo garuda tersebut.

Kepala Departemen Elektronifikasi dan Gerbang Pembayaran Nasional Bank Indonesia Rahmat Hernowo mengatakan pertumbuhan tranksaksi kartu GPN memang mengalami penurunan pada periode April dan Mei 2020.

Menurutnya, secara umum, dengan adanya pembatasan sosial, transaksi secara nontunai seharusnya mengalami peningkatan.

Penurunan transaksi pada kartu GPN ini, kata Rahmat, disebabkan oleh penurunan konsumsi domestik yang berdampak pada penurunan transaksi ritel.

"Di era pandemi secara umum transaksi ritel cenderung melemah, sehubungan dengan pembatasan sosial berskala besar. Naik menjelang Idul Fitri, tetapi belum kembali kepada pola normal, sebelum pandemi," katanya kepada Bisnis, Jumat (26/6/2020).

Meski terjadi penurunan transaksi, imbuhnya, pencetakan dan distribusi kartu GPN hingga saat ini masih tetap berjalan normal.

Hingga akhir Desember 2019, kartu GPN yang telah terdistribusi adalah sebesar 53,8 juta keping kartu atau sekitar 94,5 persen dari total kartu tercetak.

Adapun, untuk saat ini desain kartu GPN memang belum dibuka langsung untuk transaksi online di e-commerce.

Namun, masyarakat yang memiliki rekening dan kartu GPN pada umumnya memiliki internet banking dan mobile banking, sehingga pemegang kartu tetap bisa bertransaksi online melalui fitur transfer.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kartu debit gerbang pembayaran nasional
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top