Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Restrukturisasi Kredit Mulai Melandai, Bank Didorong Salurkan Kredit Baru

Realisasi restrukturisasi kredit hingga 22 Juni 2020 pada 100 bank mencapai 6,35 juta debitur dengan nilai outstanding Rp695,34 triliun.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 29 Juni 2020  |  12:07 WIB
Karyawan berada di dekat logo Otoritas Jasa Keuangan di Jakarta, Jumat (17/1/2020). Bisnis - Abdullah Azzam
Karyawan berada di dekat logo Otoritas Jasa Keuangan di Jakarta, Jumat (17/1/2020). Bisnis - Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Industri perbankan didorong untuk menyalurkan kredit baru seiring dengan realisasi restrukturisasi kredit yang mulai melandai.

Realisasi restrukturisasi kredit hingga 22 Juni 2020 pada 100 bank mencapai 6,35 juta debitur dengan nilai outstanding Rp695,34 triliun.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan, realisasi restrukturisasi tersebut terdiri dari debitur UMKM sebanyak 5,19 juta dengan nilai Rp307,83 triliun dan debitur non-UMKM sebanyak 1,16 juta dengan nilai Rp387,51 triliun.

Dari sisi potensi, ada sebanyak 102 bank yang berpotensi melakukan restrukturisasi dengan jumlah 15,12 juta debitur dengan outstanding Rp1.373,67 triliun. Rinciannya, terdiri dari debitur UMKM sebanyak 12,65 juta dengan nilai Rp555,17 triliun dan debitur non-UMKM 2,47 juta dengan nilai Rp818,5 triliun.

Total peningkatan jumlah debitur yang melakukan restrukturisasi pada posisi 22 Juni sebesar Rp39,5 triliun atau meningkat sebesar 6,02% dari minggu sebelumnya.

Kredit restrukturisasi tumbuh tinggi di bank BUKU IV  , dengan pertumbuhan tertinggi di sektor perdagangan. Pertumbuhan restrukturisasi tertinggi di perdagangan sejalan dengan rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) yang cukup tinggi pada sektor tersebut.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan restrukturisasi perbankan saat ini mulai melandai. Hal itu sejalan dengan tren penurunan jumlah debitur, realisasi peningkatan baki debet restrukturisasi juga mengalami tren penurunan.

Menurutnya, dengan semakin melandainya restrukturisasi kredit, kini saaatnya perbankan memberikan kredit kepada debitur-debitur yang melakukan restrukturisasi.  

“Kita akan minta perbankan untuk memberikan kredit kepada debitur-debitur yang kemarin melakukan restructuring maupun tidak, karena yang tidak pasti bagus, dan berpotensi mendukung pertumbuhan ekonomi,” katanya dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi XI DPR RI, Senin (29/6/2020).

Menurutnya, debitur yang mendapatkan restrukturisasi kredit tentu akan berada pada kondisi dalam perhatian khusus. Dalam penyaluran kredit ke debitur yang mendapatkan restrukturisasi, nantinya, OJK akan memonitor rencana bisnis debitur bersangkutan hingga Desember 2020.

“Terutama kredit-kredit yang menjadi segmen restructuring,” katanya. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perbankan kredit OJK restrukturisasi utang
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top