Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Milenial Belum Melek Investasi? Ini Kata Bos Jouska dan Pakar

Berita miring terkait isu-isu finansial, terutama investasi, jangan lantas membuat milenial menjadi acuh tak acuh terhadap isu perekonomian terkini dan mengamini stereotip bahwa dunia keuangan itu rumit.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 24 Juli 2020  |  21:30 WIB
Chief Executive Officer Jouska Aakar Abyasa Fidzuno. - Bisnis/Dedi Gunawan
Chief Executive Officer Jouska Aakar Abyasa Fidzuno. - Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA - Berita miring terkait isu-isu finansial, terutama investasi, jangan lantas membuat milenial menjadi acuh tak acuh terhadap isu perekonomian terkini dan mengamini stereotip bahwa dunia keuangan itu rumit.

Aakar Abyasa, Founder PT Jouska Finansial Indonesia (Jouska), selaku konsultan investasi dan penasihat keuangan tentu memahami betul fenomena ini. Apalagi saat ini perusahaannya tengah diterpa isu miring terkait praktik investasi.

"Dengan adanya pemberitaan miring yang terjadi saat ini, membuat saya semakin yakin bahwa literasi finansial memang sangat dibutuhkan di Indonesia saat ini, terutama untuk milenial dan Gen-Z," ujarnya dalam Virtual Press Conference Future Financial Festival 2020, Jumat (24/7/2020).

Pria yang juga akan menjadi salah satu pembicara di Future Financial Festival 2020 dengan tajuk 'New Normal, New Behaviour: A Practical Solution for Millenials to Survive in This Tough Economic Times' ini juga menekankan bahwa literasi semakin penting karena akan banyak aktivitas ekonomi yang berubah akibat pandemi Covid-19.

"Di masa pandemi dan pasca pandemi, keadaan tak akan sama lagi. Solusinya, dibutuhkan peningkatan skill dan literasi finansial, agar kita bisa fight back dan beradaptasi," tambahnya.

Penulis dan Pakar Investasi Nicky Hogan menambahkan bahwa pengetahuan tentang investasi, bahkan memulai berinvestasi sejak dini, merupakan hal yang penting untuk bekal makin siap menghadapi gejolak perekonomian di masa depan.

Pasalnya, pada 2045, Indonesia diprediksi akan mengalami bonus demografi, suatu kondisi di mana jumlah penduduk usia produktif lebih besar dibandingkan penduduk usia tak produktif. Saat ini, ada 32% Milenial dan 33% Gen-Z dari total 226 juta jiwa masyarakat di Indonesia.

"Artinya, jika para Milenial dan Gen-Z ini dapat menggali potensi yang ada pada diri mereka dan menjadi masyarakat produktif, ditambah dengan literasi yang baik mengenai keuangan dan ekonomi, maka di tahun 2045, tepat 100 tahun kemerdekaan Indonesia, impian untuk menjadi salah satu negara dengan perekonomian terkuat menjadi tidak mustahil," ujarnya.

Apabila para pemuda memiliki pengetahuan yang mumpuni mengenai pengelolaan keuangan yang baik, familiar dengan berbagai instrumen keuangan dan juga paham mengenai ekonomi dasar, maka setiap keputusan akan diambil berdasarkan fakta maupun data dan bukan hanya dari opini dan emosi semata.

"Masalah seperti tingkat rasio menabung yang rendah bisa diatasi seiring dengan meningkatnya level literasi keuangan masyarakat. Ketika rasio menabung bertambah, maka institusi keuangan seperti Bank pun akan memiliki dana untuk diputar kembali ke masyarakat melalui kegiatan usaha dan tentunya hal ini akan berpengaruh pada roda perekonomian secara keseluruhan," tambahnya.

Sebagai langkah awal, Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia periode 2015–2018 ini pun mengingatkan terutama agar para pemuda mengenal betul semua jenis investasi dan aspek risiko terkait masing-masing jenis investasi tersebut.

Hal tersebut merupakan sejumlah faktor yang melatarbelakangi digelarnya Future Financial Festival 2020 pada 25–26 Juli 2020, pukul 10.00–17.00 WIB secara virtual dengan format live stream yang interaktif.

Acara tersebut terdri dari berbagai macam sesi terkait finansial dan ekonomi yang bertujuan memberikan ilmu, menginspirasi, dan membuka wawasan masyarakat dengan mengupas data-data terkini.

Kegiatan tersebut diorganisir oleh Samara Live dan didukung oleh Bank BRI, DBS, Phillip Sekuritas, Prudential, dan UBS acara ini bisa memeriahkan format baru industri live event festival di Indonesia, di tengah transisi era new normal Covid-19.

Ben Soebiakto, Founder & Group CEO Samara Media & Entertainment mengungkapkan Future Financial Festival 2020 (FFF) mengangkat hashtag #GenerasiAntiWacana sebagai sebuah ajakan untuk generasi muda untuk bisa melek secara finansial.

"Misinya adalah agar lebih banyak generasi Milenial dan Gen-Z yang paham dunia finansial, sehingga bisa ikut berperan aktif dan bisa berkontribusi kepada dunia perekonomian Indonesia," ungkap Ben.

Future Finansial Festival 2020, telah siap menampilkan lebih dari 80 pembicara dengan 36 sesi yang inspiratif, dengan deretan pakar finansial, tokoh pemerintah, penulis, musisi dan pengisi acara lainnya, di antaranya, Sri Mulyani, Bambang Brodjonegoro, Andyhta F Utami, Veronica Colondam, Aakar Abyasa, Nicky Hogan, Ika Natassa, Ellen May, Ligwina Hananto, Rivan Kurniawan, Michael Yahya, Indah Hapsari, dan masih banyak lagi.  

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

finansial perencanaan keuangan Jouska
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top