Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Proses Akuisisi Rabobank oleh BCA Rampung akhir Juli

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan perseroan fokus pada penyelenggaraan RUPS-LB pada akhir Juli 2020 untuk merampungkan proses akuisisi tersebut.
M. Richard
M. Richard - Bisnis.com 27 Juli 2020  |  17:44 WIB
Kendaraan melintas di dekat kantor Rabobank Indonesia jalan Abdul Muis, Jakarta, Sabtu (4/5/2019). - Triawanda Tirta Aditya
Kendaraan melintas di dekat kantor Rabobank Indonesia jalan Abdul Muis, Jakarta, Sabtu (4/5/2019). - Triawanda Tirta Aditya

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Bank Central Asia Tbk. memastikan proses akuisisi PT Bank Rabobank International Indonesia selesai pada akhir bulan ini. Meski demikian, perseroan masih enggan menyebutkan rencana lanjutan seusai mencaplok bank asal Belanda tersebut.

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan perseroan akan fokus pada penyelenggaraan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPS-LB) pada akhir Juli 2020 untuk merampungkan proses akuisisi tersebut.

"Kami fokus penyelesaian akuisisinya, baru setelah itu kami fokuskan rencana berikutnya," katanya dalam paparan kinerja semester I/2020 BCA, Senin (27/7/2020).

Jahja mengklaim proses penggabungan tidak begitu sulit. Setelah proses akusisi selesai, perseroan hanya perlu melakukan kalkulasi potensi pengembangan bank tersebut dan dapat dengan mudah memutuskan memutuskan rencana lanjutannya.

"Yang penting, itu sudah menjadi anak usaha kami," imbuhnya.

Berdasarkan catatan Bisnis, jumlah nasabah Rabobank telah menyusut tajam tahun lalu. Per November 2019 debitur perseroan tersisa 75 dengan saldo pinjaman Rp1,8 triliun, sedangkan deposan tersisa 1.153 nasabah dengan saldo dana pihak ketiga (DPK) Rp197 miliar.

Padahal, pada Desember 2018 debitur Rabobank masih sebanyak 948 pihak dengan kredit senilai Rp10,5 triliun, sedangkan deposan ada 16.019 nasabah dengan DPK senilai Rp7,8 triliun.

Berdasarkan laporan keuangan bulanan Desember 2018, perseroan mencatatkan kerugian senilai Rp543,91 miliar. Satu penyebabnya adalah melonjaknya beban kerugian penurunan nilai aset keuangan (impairment) pada kredit sebanyak 260,2 persen menjadi Rp603,87 miliar.

Sebagai informasi, BCA sebelumnya membuka potensi merger Rabobank Indonesia dengan PT Bank BCA Syariah.

"Tanggal 30 Juli ini akan [ada informasi] akuisisi Rabobank. Memang akan ada rencana merger dengan salah satu anaknya BCA, tapi sabar saja. Sebentar lagi akan ada kabar yang luar biasa menarik," kata Presiden Direktur BCA Syariah John Kosasih dalam kesempatan terpisah.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bca akuisisi rabobank
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top