Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ada Penjaminan, Perbankan Diminta Jangan Ragu Salurkan Kredit ke UMKM

Penjaminan kredit yang diberikan oleh Askrindo dan Jamkrindo bisa mencapai Rp10 miliar.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 29 Juli 2020  |  07:04 WIB
Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo (kiri) dan Menteri BUMN Erick Thohir saat kunjungan kerja ke Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Rabu (11/3/2020). - Ilman A. Sudarwan
Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo (kiri) dan Menteri BUMN Erick Thohir saat kunjungan kerja ke Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Rabu (11/3/2020). - Ilman A. Sudarwan

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengimbau agar perbankan berani mengambil risiko untuk menyalurkan kredit kepada masyarakat khususnya UMKM. Pasalnya, perusahaan pembiayaan telah dihadirkan untuk memberi jaminan kredit modal kerja UMKM dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo mengatakan program penjaminan untuk kredit modal kerja UMKM dari PT Jamkrindo dan PT Askrindo bisa mencapai Rp10 miliar. Program ini didukung oleh Kementerian Keuangan dari sisi pembayaran IJP (Iuran Jasa Penjaminan) para pelaku usaha.

Selain itu, pemerintah juga memberikan opsi stop loss untuk Jamkrindo dan Askrindo sehingga kedua perusahaan pembiayaan pelat merah itu diharapkan mau memberikan jaminan dalam skala yang cukup besar.

“Perbankan, tidak hanya Himbara tapi juga bank BPD dan swasta diharapkan lebih aktif dan berani mengambil risiko karena kredit ini ada penjaminan,” ujar Tiko, Selasa (28/7/2020).

Menurut Tiko, sejak program penjaminan kredit modal kerja itu dirilis beberapa pekan lalu, minat dari perbankan terlihat cukup besar untuk segera menyalurkan pinjaman.

Pertumbuhan kredit untuk segmen UMKM dengan modal kerja di bawah Rp10 miliar pun diharapkan terjadi dalam sebulan ke depan. Hal ini disebut dapat menjadi katalis baru untuk pertumbuhan kredit para pelaku usaha dalam menyongsong pemulihan ekonomi.

Sebelumnya, dana PEN senilai Rp30 triliun yang diberikan pemerintah kepada Himbara juga telah disalurkan kepada masyarakat terdampak Covid-19 sejak 25 Juni 2020. Adapun, total realisasi penyaluran hingga 22 Juli 2020 tercatat senilai Rp43,5 triliun yang diberikan kepada 518.797 debitur.

“Realisasi iin 145 persen dari total dana yang ditempatkan pemerintah,” ujar Tiko.

Perinciannya, realisasi dana PEN di Bank BTN senilai Rp3 triliun, Bank BNI Rp6,04 triliun, Bank Mandiri Rp14,92 triliun, dan Bank BRI Rp21,21 triliun.

Adapun dana yang diberikan pemerintah lewat program PEN ke Bank BTN dan Bank BNI masing-masing senilai Rp5 triliun sementara untuk Bank Mandiri dan Bank BRI masing-masing Rp10 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BUMN kredit
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top