Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

LPS Pangkas Lagi Tingkat Bunga Penjaminan Simpanan Rupiah

Hal yang menjadi pertimbangan utama Dewan Komisioner LPS dalam penetapan tingkat bunga penjaminan periode Juli hingga September 2020 adalah kondisi dan prospek likuiditas industri perbankan yang terpantau masih relatif stabil.
Annisa Sulistyo Rini
Annisa Sulistyo Rini - Bisnis.com 29 Juli 2020  |  16:49 WIB
Karyawan membersihkan logo Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) di Jakarta, Jumat (10/7/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Karyawan membersihkan logo Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) di Jakarta, Jumat (10/7/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) melalui Rapat Dewan Komisioner (RDK) pada Senin (27/7/2020) telah menetapkan penurunan tingkat bunga penjaminan untuk simpanan rupiah di bank umum dan BPR masing-masing sebesar 25 bps.

Sementara itu, untuk simpanan valuta asing di bank umum dipertahankan tetap. Dengan demikian, tingkat bunga penjaminan LPS menjadi 5,25 persen untuk simpanan rupiah di bank umum dan 7,75 persen untuk simpanan rupiah di BPR.

Tingkat bunga penjaminan simpanan valas di bank umum berada di level 1,50 persen. Tingkat bunga penjaminan ini berlaku sejak 30 Juli 2020 sampai dengan 30 September 2020.

Kebijakan penurunan tingkat bunga penjaminan simpanan tersebut dilakukan berdasarkan pada perkembangan terkini suku bunga pasar simpanan, kondisi likuiditas perbankan, kinerja beberapa indikator perekonomian serta dengan mempertimbangkan prospek stabilitas sistem keuangan.

Beberapa hal yang menjadi pertimbangan utama Dewan Komisioner LPS dalam penetapan Tingkat Bunga Penjaminan periode Juli hingga September 2020 adalah kondisi dan prospek likuiditas industri perbankan yang terpantau masih relatif stabil, meskipun beberapa faktor risiko makroekonomi perlu diwaspadai.

Ketua Dewan Komisioner Halim Alamsyah menjelaskan bahwa salah satu pertimbangan evaluasi tingkat bunga penjaminan LPS ialah perkembangan Stabilitas Sistem Keuangan (SSK) yang masih terjaga di tengah adanya volatilitas pada kinerja pasar keuangan dan meningkatnya dampak negatif pandemi Covid-19 pada kinerja perekonomian.

"Mencermati perkembangan arah suku bunga simpanan perbankan dan dinamika berbagai faktor ekonomi, stabilitas sistem keuangan, serta prospek kondisi likuiditas perbankan, LPS akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi serta terbuka untuk melakukan penyesuaian kembali terhadap kebijakan tingkat bunga penjaminan simpanan," ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (29/7/2020).

Penyesuaian Tingkat Bunga Penjaminan tersebut ditujukan sepenuhnya untuk menjaga kepercayaan nasabah/deposan kepada sistem perbankan sesuai dengan ketentuan program penjaminan simpanan, LPS meminta agar bank menyampaikan kepada nasabah penyimpan mengenai Tingkat Bunga Penjaminan simpanan yang berlaku.

Apabila nasabah penyimpan menerima hasil bunga melebihi tingkat bunga penjaminan, maka simpanan nasabah tersebut menjadi tidak dijamin LPS.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

penjaminan lps simpanan perbankan
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top