Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sudah Salurkan US$775 Juta, Bank Mandiri Proyeksi Kredit Sindikasi Terus Naik

Proyeksi ini didasarkan pada relaksasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Pada semester I/2020, pangsa pasar kredit sindikasi PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. naik menjadi 21,42 persen.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 09 Agustus 2020  |  17:32 WIB
Karyawati bank menata uang dollar di kantor cabang PT Bank Mandiri Tbk. di Jakarta, Rabu (22/4/2020). Bisnis - Dedi Gunawan
Karyawati bank menata uang dollar di kantor cabang PT Bank Mandiri Tbk. di Jakarta, Rabu (22/4/2020). Bisnis - Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. memproyeksi penyaluran kredit sindikasi akan meningkat setelah kuartal II/2020 seiring dengan relaksasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Berdasarkan data Bloomberg, Bank Mandiri telah menyalip PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. yang pada periode semester I/2019 menjadi penyalur kredit sindikasi terbesar. Bank Mandiri meningkatkan pangsa pasar penyaluran kredit sindikasi dari 13,4 persen menjadi 21,42 persen pada paruh pertama 2020.

Total penyaluran kredit sindikasi Bank Mandiri selama semester I/2020 adalah senilai US$775 juta.

Direktur Corporate Banking Bank Mandiri Alexandra Askandar mengatakan perseroan memproyeksi akan ada beberapa kesepakatan kredit sindikasi yang akan terjadi dalam waktu dekat. Saat ini, ada beberapa pipeline kredit sindikasi yang sedang dalam proses, mulai tahap awal hingga sedang dalam proses closing atau dokumentasi.

Sebagian besar di antaranya berasal dari sektor telekomonukasi, pertambangan, infrastruktur, perkebunan, properti, dan barang konsumsi.

"Dengan melihat kondisi ini dan juga kondisi pasar, Bank Mandiri melihat tren positif terhadap kredit sindikasi di Indonesia meskipun menalami penurunan dari sisi jumlah dibandingkan tahun lalu," paparnya kepada Bisnis, akhir pekan lalu.

SVP Corporate Solution Bank Mandiri Farida Thamrin mengungkapkan beberapa kesepakatan yang sempat tertunda karena PSBB mulai menggeliat kembali dan menunjukkan adanya diskusi lanjutan. Selain itu, beberapa bank yang sebelumnya berada dalam posisi "put on hold" dalam menyalurkan kredit sindikasi mulai menunjukkan pergerakan.

"Kami melihat bahwa masih terdapat potensi yang cukup besar di pasar sindikasi Indonesia dengan melihat mulai menggeliatnya pasar sindikasi di Indonesia dengan adanya beberapa deal yang di-launching di market," sebutnya.

Farida mengakui hingga pertengahan tahun ini, pasar sindikasi Indonesia didominasi oleh bank dan lembaga keuangan non bank. Namun, Bank Mandiri optimistis akan terdapat nama-nama korporasi di pasar sindikasi Indonesia dalam waktu dekat.

Bank pelat merah itu juga optimistis sebagian besar pipeline dapat dieksekusi pada tahun ini karena telah meluncurkan satu perjanjian kredit sindikasi ketika awal PSBB diberlakukan.

Berdasarkan data Refinitiv semester I/2020, Bank Mandiri menempati peringkat pertama dalam kredit sindikasi, khususnya pada kategori Book Runner dengan nominal US$775 juta.

Selain transaksi sindikasi yamg dilakukan di dalam negeri, Bank Mandiri juga menjadi satu-satunya bank di Indonesia yang berhasil memperoleh peringkat di Southeast Asia di Book Runner League by Refinitiv di antara bank-bank Asia lainnya.

"Dengan peringkat ini menunjukkan bahwa peran Bank Mandiri secara aktif untuk melakukan bookrun kredit sindikasi bersama perbankan sangat tinggi," tambah Farida. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank mandiri kredit sindikasi
Editor : Annisa Margrit
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top