FIF Group Proyeksi Permintaan Kredit Motor Tak Bisa Naik Drastis

Kredit kendaraan bermotor roda dua hanya bisa naik sedikit demi sedikit hingga penghujung 2020 akibat tak ada lagi momentum yang membuat penjualan sepeda motor melesat di sisa tahun ini.
Sepeda motor bebek trekking Honda CT125. /AHM
Sepeda motor bebek trekking Honda CT125. /AHM

Bisnis.com, JAKARTA - Perusahaan pembiayaan di segmen roda dua, PT Federal International Finance Group (FIF Group) masih optimistis permintaan kredit sepeda motor akan terus tumbuh, walaupun secara perlahan.

Hal ini tercermin lewat statistik Otoritas Jasa Keuangan di sektor pembiayaan kendaraan roda dua baru, di mana pada Juni 2020 tercatat naik 1,39 persen (month-to-month/mtm) ke angka Rp76,14 triliun.

Sebelumnya, angka penyaluran kredit motor ini tercatat terus menurun sejak Februari 2020 akibat Covid-19 dan mencapai titik terendah di angka Rp75,09 triliun pada Mei 2020.

Presiden Direktur FIF Group Margono Tanuwijaya membenarkan bahwa fenomena ini juga dialami oleh perusahaannya.

"Memang ketika pandemi, penyaluran kita yang biasanya Rp3,3 triliun tiap bulan, turun menjadi Rp2 triliun di bulan April. Nah, Mei lebih parah, turun ke Rp1,9 triliun, Juni sudah kembali naik ke Rp2,4 triliun dan akhirnya Juli sudah melampaui itu," ujar Margono kepada Bisnis, Kamis (20/8/2020).

Margono optimistis pada Semester II/2020, penyaluran pembiayaan sepeda motor secara bulanan di FIF Group bisa rebound atau bangkit kembali ke rata-rata sebelum pandemi.

Namun, optimisme ini harus ditunjang dengan beberapa syarat agar benar-benar terwujud, yaitu pandemi Covid-19 tak lagi memuncak, sehingga kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tak perlu digelar lagi, terutama di kota-kota besar seluruh Indonesia.

Margono pun memproyeksi pertumbuhan secara bulanan dari kredit kendaraan bermotor roda dua hanya bisa naik sedikit demi sedikit hingga penghujung 2020 akibat tak ada lagi momentum tertentu yang membuat penjualan sepeda motor melesat di sisa tahun ini.

"Kalau sebelum lebaran, tepatnya Mei, harusnya penjualan motor itu naik. Jadi, sepertinya tahun ini tidak ada lagi momentum kenaikan. Karena kemarin itu masyarakat ditimpa krisis, mudik tidak bisa, PSBB ketat, dealer motor pun dilarang buka. Tapi ke arah new normal ini secara bertahap semoga terus naik," tambahnya.

Ke depannya, FIF Group yang akan lebih berhati-hati dan menggelar seleksi lebih ketat dalam menyalurkan pembiayaan baru ke debitur, serta melakukan penelitian terhadap kualitas kredit debitur.

Menurut Margono, seluruh multifinance akan melakukan hal yang sama. Pasalnya, dua hal tersebut jadi kunci, demi menyelamatkan kinerja keuangan perusahaan pembiayaan dalam menekan non-performing financing (NPF).

"Kita ada keyakinan, tapi tetap harus hati-hati karena Covid-19 ini belum benar-benar selesai, toh. Untuk menekan NPF, seperti kata Otoritas Jasa Keuangan (OJK) salah satunya dengan mengadakan relaksasi. Tenor konsumen terdampak diperpanjang supaya nilai cicilannya turun, harapannya bisa lancar bayar cicilan lagi di era new normal ini," jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Aziz Rahardyan
Editor : Nancy Junita

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper