Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bank BUMN Mana Paling Ngegas Salurkan Dana PEN hingga Tiga Kali Lipat?

Pemerintah meminta bank-bank BUMN menyalurkan kredit sebesar tiga kali lipat dari penempatan dana, yang totalnya senilai Rp30 triliun.
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 26 Agustus 2020  |  14:59 WIB
Logo Bank BUMN - Istimewa
Logo Bank BUMN - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Bank-bank BUMN mendapatkan penempatan uang negara dalam rangka pemulihan ekonomi nasional (PEN) senilai total Rp30 triliun pada 25 Juni 2020.

Secara rinci, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. mendapatkan alokasi dana PEN masing-masing sebesar Rp10 triliun. Selanjutnya, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. masing-masing mendapatkan Rp5 triliun.

Pemerintah meminta bank-bank tersebut menyalurkan kredit sebesar tiga kali lipat dari penempatan dana masing-masing. Hingga pekan ketiga Agustus 2020, realisasi penyaluran kredit dari uang negara mencapai total Rp83 triliun atau 92 persen dari rencana penyaluran.

Asdep Bidang Perbankan dan Pembiayaan Kementerian BUMN M Khoerur Roziqin menyampaikan Bank BRI sangat cepat menyalurkan kredit dari uang negara. Realisasi kreditnya telah melampaui tiga kali lipat dari yang diminta pemerintah, meski belum genap tiga bulan.

"Targetnya tiga bulan. Rp10 triliun yang diberikan ke BRI sudah berapa nanti [sampai September]," katanya dalam Ngopi BUMN, Rabu (26/8/2020).

Secara rinci, realisasi penyaluran oleh BRI mencapai Rp38,5 triliun atau 128,33 persen dari rencana penyaluran. Fokus utama penyaluran yaitu di sektor pangan, kesehatan, sektor-sektor unggulan di masing-masing wilayah.

Selanjutnya, Bank Mandiri mencapai Rp28,2 triliun atau 94 persen dari rencana penyaluran. Dalam penyaluran ini porsi UMKM mencapai kisaran 60 persen.

Adapun, BNI mencapai Rp11,6 triliun atau 77,33 persen dari rencana penyaluran. Porsi UMKM padat karya mencapai 80 persen dan sisanya kepada sektor korporasi padat karya dan berfokus pada ekspor.

Sektor yang menjadi prioritas yaitu perdagangan, pertanian, jasa-jasa, industri pengolahan, konstruksi, pengangkutan, listrik, air, dan gas, serta pertambangan.

Berikutnya, penyaluran kredit dari dana PEN oleh BTN mencapai Rp4,7 triliun atau 31,3 persen dari rencana penyaluran. Penyaluran kredit difokuskan pada pembiayaan KPR baik komersial maupun subsidi.

Khoerur Roziqin mengatakan peran Himbara sangat signifikan dalam program pemulihan ekonomi nasional. Selain mengejar penyaluran kredit tiga kali dari dana PEN, bank-bank BUMN telah melakukan restrukturisasi kredit kepada 2,95 juta debitur dengan outstanding Rp183,69 triliun hingga 31 Juli 2020.

Secara rinci, BRI mencatat jumlah debitur paling banyak yaitu 2,95 juga debitur dengan outstanding Rp183,69 triliun.

Diikuti Bank Mandiri sebanyak 541.956 debitur dengan outstanding Rp118,74 triliun. Berikutnya, BNI sebanyak 211.010 debitur dengan outstanding Rp124,97 triliun. Serta, Bank BTN sebanyak 263.395 debitur dengan outstanding Rp43,23 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kredit bank bumn Pemulihan Ekonomi Nasional
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top