Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PNM Targetkan Nasabah Aktif Mekaar Tembus 7 Juta Ibu-ibu

Direktur Utama PNM Arief Mulyadi menjelaskan bahwa ini memang sudah tugas PNM sebagai BUMN, yang bukan hanya entitas bisnis, namun punya misi sebagai tangan kanan pemerintah dalam program pemberdayaan UMKM.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 02 September 2020  |  14:50 WIB
Presiden Joko Widodo (kiri) bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo (kedua kiri) meninjau stan UMKM nasabah Mekaar binaan Permodalan Nasional Madani (PNM) di Lapangan Cepoko, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Jumat (1/2/2019). - ANTARA/Akbar Nugroho Gumay
Presiden Joko Widodo (kiri) bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo (kedua kiri) meninjau stan UMKM nasabah Mekaar binaan Permodalan Nasional Madani (PNM) di Lapangan Cepoko, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Jumat (1/2/2019). - ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

Bisnis.com, JAKARTA - PT Permodalan Nasional Madani (Persero) berupaya secepat mungkin menyalurkan modal untuk membantu pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) bangkit dari krisis akibat pandemi Covid-19.

Direktur Utama PNM Arief Mulyadi menjelaskan bahwa ini memang sudah tugas PNM sebagai BUMN, yang bukan hanya entitas bisnis, namun punya misi sebagai tangan kanan pemerintah dalam program pemberdayaan UMKM.

Terutama, bagi nasabah program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (PNM Mekaar), yang sebelumnya sekitar 300.000 nasabah tercatat sempat tak kebagian pendanaan, akibat kehati-hatian PNM dalam penyaluran dana ketika pandemi Covid-19.

"Karena nasabah Mekaar itu usaha kecil milik ibu-ibu, yang saat pandemi sampai kita kasihan karena sampai mengeluh ke kami. Usaha bapak-bapak [suami] mereka sudah mati, karena kebanyakan sektor informal, kuli angkut, buruh lepas, honorer, ojek. Warung mereka itu yang menghidupi keluarga," ungkap Arief kepada Bisnis, Rabu (2/9/2020).

Terkini, penyaluran modal untuk program UMKM Mekaar hingga akhir Agustus sudah mencapai Rp11,4 triliun kepada 3,7 juta nasabah, sehingga total nasabah aktif program ini telah menembus 6,57 juta nasabah.

Arief menjelaskan suntikan modal pemerintah merupakan kunci PNM mampu mendongkrak pemberian modal kerja terhadap nasabahnya lebih luas dan lebih banyak lagi.

Seperti diketahui, PNM mendapat jatah dua penyertaan modal negara (PMN) dari pemerintah pusat, yakni dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2020 Rp1 triliun, serta anggaran program pemulihan ekonomi nasional (PEN) akibat Covid-19 sebesar Rp1,5 triliun.

"Yang Rp1 triliun sudah kita terima pada 29 Juli, mulai disalurkan awal Agustus, realisasinya selesai 18 Agustus. Memang bulan itu permintaan meningkat, satu hari bisa sampai Rp200 miliar. Karena memang nasabah kita sedang butuh berusaha lagi, karena tidak punya tabungan, dan kalau tidak ada modal, mereka tidak makan," tambahnya.

Harapannya, apabila PNM program PEN cair sesuai proyeksi pada bulan September ini, Arief mengungkap pihaknya akan melakukan hal serupa, yakni menyalurkan permodalan UMKM dengan cepat.

Modal negara pun bisa memperkuat posisi keuangan PNM untuk menyiapkan sumber pendanaan baru demi menggenjot pembiayaan, seperti penerbitan medium term notes (MTN), obligasi, sukuk, dan pendanaan perbankan.

"Sampai Desember nanti kita mau tambah 180 cabang supaya coverage kita lebih luas. Jangkauan layanan kita targetkan sampai 4.400 kecamatan, serta mendongkrak nasabah aktif Mekaar melewati angka 7 juta," ujar Arief.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pembiayaan umkm pnm
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top