Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kookmin Sah Jadi Pengendali, Peringkat Bank Bukopin Naik Lagi

Selain peringkat korporasi, Pefindo juga menaikan peringkat Obligasi Subordinasi Berkelanjutan II Bank Bukopin dari “idBBB” menjadi idA+”.
M. Richard
M. Richard - Bisnis.com 10 September 2020  |  16:34 WIB
Direktur Utama Bank Bukopin Rivan A. Purwantono memberikan pemaparan kepada media di Jakarta, Kamis (2/7/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha
Direktur Utama Bank Bukopin Rivan A. Purwantono memberikan pemaparan kepada media di Jakarta, Kamis (2/7/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Peringkat PT Bank Bukopin Tbk. kembali dinaikkan menjadi ‘idAA’ dari “idA-“ oleh perusahaan pemeringkat PT Pemeringkatan Efek Indonesia (Pefindo). Selain peringkat korporasi, Pefindo juga menaikkan peringkat Obligasi Subordinasi Berkelanjutan II Bank Bukopin dari “idBBB” menjadi idA+”.

Berdasarkan siaran pers Bank Bukopin (10/9/2020), pada September 2020 Pefindo menetapkan Bank Bukopin berada dalam prospek stabil yang sebelumnya credit watch dengan implikasi berkembang.

Menurut analis Pefindo, kenaikan peringkat Bank Bukopin tahun ini didorong oleh konklusi KB Kookmin Bank menjadi pemegang saham pengendali Bukopin dengan kepemilikan saham mencapai 67%. Hal ini membuktikan bahwa kuatnya posisi perseroan di sektor perbankan dan mencerminkan kemitraan bisnis strategis dengan Kookmin Bank, serta permodalan yang kuat.

Adapun, KB Kookmin Bank yang merupakan bank terbesar di Korea Selatan dan kini sebagai pemegang saham pengendali telah memberikan dukungan yang luar biasa untuk Bank Bukopin. Tambahan modal baru sejumlah Rp3,6 triliun yang disalurkan oleh KB Kookmin telah membantu Bank Bukopin dalam menghadapi tantangan likuiditas dan permodalan.

Ada beberapa rencana penyesuaian, seperti dalam aspek infrastruktur IT dan praktek underwriting, untuk mengintegrasikan bisnis Bukopin dengan KB Kookmin Bank secara lebih baik.

Direktur Utama Bank Bukopin, Rivan A. Purwantono menjelaskan masuknya tambahan investasi KB di masa pandemi menjadi momen baik bagi perseroan untuk mengadaptasi profesionalisme bank standard internasional. Ini juga menjadi bukti daya tarik investasi Indonesia yang terus menarik minat investor global, demi menyumbang kemajuan perekonomian nasional.

"Diraihnya peringkat perusahaan ‘idAA’ dari Pefindo ini tentu kami syukuri. Naiknya peringkat ini merefleksikan konsistensi perseroan melakukan rangkaian aksi korporasi untuk penambahan modal demi menjaga pertumbuhan kinerja perusahaan," kata Rivan, Kamis (10/9/2020). 

Dia menuturkan, ke depan, transformasi Bukopin dengan mensinergikan seluruh aspek yang menjadi kekuatan KB Kookmin ditargetkan akan membuat Bukopin masuk ke dalam 10 besar bank terbaik di Indonesia. "Hal ini tentu saja akan menjadikan Bukopin sebagai salah satu aset yang menggerakan dan membantu pemulihan ekonomi nasional," tuturnya. 

Sebagai informasi, rating ‘idAA’ dan Prospek Stabil dimaknai dengan memiliki kemampuan yang sangat kuat untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjang dibandingkan terhadap obligor Indonesia lainnya. Pemeringkatan atas Bank Bukopin berlaku untuk periode 8 September 2020 hingga 1 Juni 2021. Setiap tahun surat peringkat akan diperbaharui oleh Pefindo dengan cara memonitor peringkat secara terus menerus.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perbankan pefindo bank bukopin Kookmin Bank
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top