Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Konsolidasi Perbankan, Pemerintah Fokus Merger Anak Usaha Bank BUMN Syariah

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan setiap bank besar milik pemerintah memiliki tugas masing-masing, sehingga lebih baik beroperasi sendiri-sendiri.
M. Richard
M. Richard - Bisnis.com 15 September 2020  |  22:02 WIB
Logo bank/bank BUMN.
Logo bank/bank BUMN.

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian BUMN menegaskan akan tetap mempertahankan bank-bank besar pelat merah dengan bisnis dan fokusnya masing-masing.

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan setiap bank besar milik pemerintah memiliki tugas masing-masing, sehingga lebih baik beroperasi sendiri-sendiri.

"Integrasi dalam bank pelat merah tentu dilakukan, tetapi bank akan bersaing secara sehat dengan segmen yang berbeda-beda," katanya dalam webminar LPPI, Selasa (15/9/2020).

Adapun, dia memaparkan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. fokus pada segmen kredit pemilikan rumah. Sementara itu, PT Bank Rakyat Indonesia (Perseroan) Tbk dengan segmen mikro dan ultra mikro, sedangkan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. dengan wholesale banking, dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. dengan UKM sekaligus trade finance.

Meski demikian, Arya menyebutkan pemerintah hanya akan fokus pada penggabungan anak-anak usaha bank syariah milik badan usaha milik negara (BUMN) menjadi entitas yang lebih kuat dan dapat menjadi market leader.

"Kami juga berharap bank yang kecil ini bisa menyatu agar semakin kuat bank kami ini. Apalagi, kasus industri perbankan akhir-akhir ini karena banyaknya jumlah entitas," imbuhnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BUMN perbankan bank bumn
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top