Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tugure: Pandemi Adalah Momen Tepat untuk Investasi

Investment Gorup Head PT Tugu Reasuransi Indonesia (Tugure) Nurfalah megatakan bahwa pandemi yang merontokkan bursa saham Tanah Air semestinya dapat menjadi peluang tepat untuk melakukan investasi.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 19 September 2020  |  12:57 WIB
Kinerja Indeks Harga Saham Gabungan secara tahunan per 20 Mei 2020(y-o-y). - Bloomberg
Kinerja Indeks Harga Saham Gabungan secara tahunan per 20 Mei 2020(y-o-y). - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Investment Gorup Head PT Tugu Reasuransi Indonesia (Tugure) Nurfalah megatakan bahwa pandemi yang merontokkan bursa saham Tanah Air semestinya dapat menjadi peluang tepat untuk melakukan investasi.

Dia menjelaskan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat mengalami penurunan tajam ke level 3.800 pada Maret 2020. Padahal di awal tahun, IHSG dimulai dari level 6.300-an. IHSG sudah mulai bangkit, namun masih tertahan di kisaran 5.000.

Menurutnya, dengan kondisi seperti itu maka pergerakan IHSG menjadi indikasi bahwa peluang investasi saat ini masih sangat menjanjikan. Namun, dia mewanti-wanti para calon investor untuk berinvestasi pada saham-saham dengan performa baik.

“Bisanya itu ada di instrumen saham yang masuk ke universe LQ45 atau IDX30. Namun pastikan memilih emiten yang memiliki performa recovery paling cepat dulu yang kita beli,” katanya, dikutip dari Antara, Sabtu (19/9/2020).

Dia menjelaskan pandemi Covid-19 telah memberikan tekanan besar pada emiten di sejumlah sektor, seperti properti, manufaktur, dan perbankan. Dengan demikian, menurutnya kinerja emiten-emiten di sektor itu diproyeksikan tidak akan terlalu moncer, bahkan dalam waktu yang cukup panjang.

Di luar investasi saham, sejatinya ada juga pilihan istrumen investasi lainnya yang dapat dijadikan pilihan. Emas misalnya, dinilai memiliki keunggulan dibandingkan saham karena menjadi instrumen safe haven.

Terbukti, sepanjang tahun berjalan ini emas telah mengalami penguatan luar biasa, bahkan sempat menembus rekor sepanjang sejarah di US$2.000 per troy ounce. Adapun, harga emas di bursa Comex per Jumat (18/9/2020) tercatat di harga US$1962,1 per troy ounce, naik 0,63 persen dari hari sebelumnya.

“Ada pula instrumen lain yang mengalami kenaikan di masa pandemi, yaitu emas yang merupakan instrumen safe haven artinya pada saat terjadi resesi orang akan cenderung membeli emas sehingga permintaan terhadap emas sangat tinggi saat ini,” katanya.

Bagi para pelaku investasi yang ingin mempelajari cara berinvestasi dengan tepat di masa pandemi ini, lanjutnya dapat mengikuti berbagai webinar sebagai sarana edukasi. Salah satunya adalah webinar 'Bagaimana Mengelola Investasi Pribadi di Masa Pandemi' yang akan digelar oleh Tugure pada Senin (21/9/2020).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi rekomendasi saham tugu reasuransi indonesia pandemi corona
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top