Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Rasio Kredit Bermasalah Fintech Lending Hampir 8 Persen

Berdasarkan data OJK, tingkat wanprestasi pinjaman di atas 90 hari (TWP90) dari 158 penyelenggara fintech lending per Juli 2020 mencapai 7,99 persen. Angka ini melonjak dibandingkan rasio TWP90 per Januari 2020 sebesar 3,98 persne.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 20 September 2020  |  18:20 WIB
Pengunjung menghadiri acara FinTech for Capital Market Expo 2019 di gedung Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Rabu (19/6/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan
Pengunjung menghadiri acara FinTech for Capital Market Expo 2019 di gedung Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Rabu (19/6/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA - Industri teknologi finansial peer-to-peer lending (fintech lending) masih menghadapi tantangan dalam mengatasi tingkat kredit bermasalah atau tingkat wanprestasi pinjaman di atas 90 hari (TWP90).

Data terbaru Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang dikutip Bisnis, Minggu (20/9/2020) menunjukkan bahwa TWP90 dari 158 penyelenggara fintech lending per Juli 2020 menunjukkan angka 7,99 persen.

Angka TWP90 terbaru ini meneruskan tren kenaikan sejak Februari 2020 dengan 3,92 persen, naik ke angka 4,22 persen pada Maret 2020, berlanjut 4,93 persen (April 2020), 5,1 persen (Mei 2020), dan 6,13 persen (Juni 2020).

Alhasil, menurut catatan OJK, sejak awal tahun 2020, angka TWP90 ini mengalami kenaikan mencapai 118,8 persen (year-to-date/ytd), menilik TWP90 per Januari 2020 berada di angka 3,98 persen.

Namun demikian, angin segar buat para penyelenggara fintech lending datang dari kinerja outstanding pinjaman secara bulanan yang mulai berbalik ke arah positif per Juli 2020.

Pasalnya, mengawali tahun pada Januari 2020 dengan outstanding pinjaman terus naik dari Rp13,51 triliun, berlanjut Rp14,49 triliun pada Februari 2020, dan Rp14,79 triliun pada Maret 2020.

Selepas itu, tren penurunan terjadi akibat pandemi Covid-19. Pada April 2020, outstanding pinjaman hanya Rp13,75 triliun, disusul Rp12,86 triliun pada Mei 2020, dan Rp11,76 pada Juni 2020.

Beruntung, outstanding pinjaman per Juli 2020 berhasil mencatatkan angka lebih baik dari bulan sebelumnya, dengan Rp11,94 triliun, naik 58,19 persen (year-on-year/yoy), walaupun masih terkoreksi 9,25 persen (ytd) dari akhir 2019.

Optimisme mulai membaiknya iklim bisnis Fintech Lending pada semester II/2020 juga tercermin pada pertumbuhan pendana (lender) dan peminjam (borrower) yang masih menjanjikan.

Per Juli 2020, akumulasi rekening lender mencapai 663.865 entitas, tercatat naik 28% (yoy). Sementara akumulasi rekening borrower mencapai 26.578.723 entitas, tercatat naik 132,8% (yoy).

Sementara akumulasi transaksi lender mencapai 93.453.523 satuan akun, dan transaksi borrower mencapai 148.298.552 satuan akun dengan penyaluran pinjaman tembus Rp166,97 triliun hingga Juli 2020.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

OJK fintech P2P lending
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top