Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bank Mandiri Akui Permintaan Kredit Rendah, Tapi Penyaluran ke UMKM Diperlukan

Hingga 25 September 2020, Bank Mandiri telah menyalurkan dana PEN ke pelaku UMKM hingga mencapai 124.958 debitur senilai Rp18,79 triliun.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 28 September 2020  |  17:00 WIB
Gedung Bank Mandiri - bankmandiri.co.id
Gedung Bank Mandiri - bankmandiri.co.id

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. mengakui permintaan kredit domestik masih sangat terbatas di tengah pandemi Covid-19. Namun, penyaluran kredit tetap perlu disalurkan ke UMKM untuk mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional.

Adapun Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) telah menerima penempatanan dana tahap kedua dengan nilai total sebesar Rp17,5 triliun. Dari jumlah tersebut, Bank Mandiri menerima Rp5 triliun.

“Penempatan uang negara untuk program Pemulihan Ekonomi Nasional di Himbara ini diperpanjang dan Mandiri mendapat tambahan Rp5 triliun, sehingga total dana program PEN yang ditempatkan di Bank Mandiri total menjadi Rp15 triliun. Untuk itu, kami segera menyalurkannya dalam upaya untuk mengakselerasi program pemulihan ekonomi nasional (PEN),” kata Plt. Direktur Utama Bank Mandiri Hery Gunardi dalam keterangan tertulisnya, Senin (27/9), di Jakarta.

Hery menambahkan bahwa hingga 25 September 2020, Bank Mandiri telah menyalurkan kredit program PEN sebesar Rp39,04 triliun.

“Yang terpenting dari penempatan dana pemerintah ini adalah bahwa dana program PEN merupakan salah satu upaya untuk memulihkan perekonomian. Kita semua harus mendukung program pemulihan ini agar ekonomi bergerak kembali,” sebutnya.

Pertumbuhan kredit, jelasnya, memang masih terbatas, karena permintaan domestik belum cukup kuat. Permintaan konsumsi belum membaik ke posisi sebelum pandemi.

Akibatnya, kinerja korporasi dan segmen usaha lainnya masih dalam tekanan, sedangkan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) perbankan nasional, misalnya, hingga Agustus 2020 tercatat naik 11,64 persen secara tahunan (year on year/yoy). Kenaikan ini merupakan lonjakan yang cukup besar.

Sebaliknya data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat penyaluran kredit perbankan pada Agustus 2020 tumbuh 1,4 persen (yoy). Angka pertumbuhannya melambat dibandingkan penyaluran kredit pada Juli yang tumbuh 1,53 persen (yoy).

Hingga 25 September 2020, Bank Mandiri telah menyalurkan dana PEN ke pelaku UMKM hingga mencapai 124.958 debitur senilai Rp18,79 triliun.

Penyaluran program PEN Bank Mandiri, lanjut Hery, dilakukan ke berbagai sektor antara lain sektor pendukung industri Pertanian, FMCG (Fast Moving Consumer Goods), Jasa, Perdagangan dan sektor lainnya yang terdampak Covid-19 termasuk sektor padat karya agar tidak terjadi pemutusan hubungan kerja.

"Penyerapan permodalan untuk UMKM diperlukan guna mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional seperti saat ini," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank mandiri kredit umkm Pemulihan Ekonomi Nasional
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top