Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Genjot Penyaluran Modal UMKM, PNM Tambah Kantor Cabang

PNM mendapatkan amanah dari pemerintah untuk ikut mempercepat bangkitnya UMKM selepas era pandemi Covid-19.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 05 Oktober 2020  |  17:52 WIB
Kantor PNM - pnm.co.id
Kantor PNM - pnm.co.id

Bisnis.com, JAKARTA - PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM berupaya terus mempercepat penyaluran pinjaman modal usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) lewat perluasan wilayah layanan.

Seperti diketahui, sebagai perusahaan pembiayaan modal usaha pelat merah, PNM mendapatkan amanah dari pemerintah untuk ikut mempercepat bangkitnya UMKM selepas era pandemi Covid-19.

Terkait hal ini, PNM pun telah mendapat jatah dua penyertaan modal negara (PMN), yakni dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2020 Rp1 triliun, serta anggaran program pemulihan ekonomi nasional (PEN) akibat Covid-19 senilai Rp1,5 triliun.

Direktur Utama PNM Arief Mulyadi menjelaskan bahwa inilah alasan pihaknya menambah kantor cabang untuk menangani program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (PNM Mekaar) sampai 153 kantor selama September 2020.

Sampai kini setidaknya terdapat 2.583 kantor cabang Mekaar, naik 19,3 persen dari September 2019 di angka 2.164 kantor cabang.

"Hasilnya, di tengah pandemi ini secara program PNM Mekaar jumlah nasabahnya dapat tumbuh 27,35 persen, outstanding dan penyaluran pembiayaan kami juga tumbuh," jelas Arief kepada Bisnis, Senin (5/10/2020).

Pertumbuhan ini tercermin menilik data internal PNM yang mencatatkan penyaluran pinjaman PNM Mekaar mencapai Rp15,3 triliun pada September 2020, berbanding Rp13 triliun pada September 2019 atau tumbuh 17,4 persen (year-on-year/yoy).

Outstanding dari Rp9,25 triliun (September 2019) ke Rp12,74 triliun (September 2020) atau tumbuh 37,74 persen (yoy), serta jumlah nasabah dari 5,34 juta ke 6,8 juta atau naik 27,35 persen (yoy).

Arief menjelaskan bahwa dengan penyaluran pembiayaan yang naik, harapannya kinerja tingkat non-performing loan (NPL) nasabah PNM pun dapat ditekan.

Seperti diketahui, rasio NPL merupakan proporsi kualitas aset piutang pembiayaan kategori macet terhadap total piutang pembiayaan yang dibagi menjadi lima kategori, yakni lancar, dalam perhatian khusus, kurang lancar, diragukan, dan macet.

Terkini, NPL gross program PNM Mekaar pun merangkak membaik dari 0,15 persen pada September 2019 ke 0,11 persen pada September 2020, sementara NPL konsolidasi dari 1,56 persen ke 1,22 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BUMN umkm pnm kredit mikro
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top